Ketua DPRD: HUT ke-29 Kota Bekasi Jadi Momentum Refleksi Pembangunan

Bekasi – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi yang jatuh pada 10 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pembangunan kota ke depan. Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pijakan memperkuat jati diri Kota Bekasi sebagai kota metropolitan yang maju dan mandiri.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengajak seluruh elemen masyarakat serta jajaran pemerintahan untuk memanfaatkan peringatan HUT ini sebagai ruang evaluasi bersama dalam memperkuat pembangunan daerah.
Ia menilai sinergi antara lembaga legislatif dan Wali Kota Bekasi menjadi faktor penting untuk mempercepat berbagai program prioritas daerah.
Usia 29 Tahun, Kota Bekasi Dinilai Masih Enerjik
Sardi mengatakan usia 29 tahun bagi sebuah kota masih tergolong muda dan produktif. Karena itu, semangat pembangunan harus terus dijaga agar Kota Bekasi mampu berkembang lebih cepat.
“Kalau melihat dari sisi usia, 29 tahun itu masih enerjik, masih muda-mudanya. Sehingga semangat itu harus tetap dijaga dalam membangun Kota Bekasi,” kata Sardi dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, aparatur pemerintah daerah harus mampu bekerja responsif dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat perkotaan yang terus berkembang.
Semangat “Bekasi Keren” Harus Jadi Budaya Kerja
Sardi menilai semangat pembangunan Kota Bekasi selama ini tercermin dalam visi “Bekasi Keren”. Ia memaknai istilah tersebut sebagai gambaran karakter kota yang kreatif, enerjik, dan responsif.
“Saya memaknai keren itu sebagai kreatif, enerjik, dan responsif. Itu yang harus diimplementasikan,” ujarnya.
Ia menegaskan nilai tersebut tidak boleh berhenti pada slogan semata, tetapi harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Dorong Pemerataan Pelayanan Publik
Dengan penerapan nilai kreatif, enerjik, dan responsif, Sardi optimistis kualitas pelayanan publik di Kota Bekasi akan semakin meningkat.
Pemerataan pembangunan dan akses layanan publik juga diharapkan bisa dirasakan seluruh masyarakat, baik di pusat kota maupun di wilayah kecamatan padat penduduk seperti Medansatria, Rawalumbu, Pondokgede, hingga Pondokmelati.
Menurutnya, Kota Bekasi harus terus berkembang menjadi daerah yang matang secara kelembagaan serta inovatif dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan.
“Nilai kreatif, enerjik, dan responsif itu harus menjadi jati diri aparatur pemerintahan daerah dalam mengelola pemerintahan Kota Bekasi,” tegasnya.
HUT Kota Bekasi Diminta Jadi Momentum Evaluasi
Di akhir pernyataannya, Sardi menekankan bahwa peringatan HUT Kota Bekasi tidak boleh hanya menjadi agenda rutin setiap tahun.
Ia berharap momentum ini dimanfaatkan sebagai refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen membangun kota yang lebih adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Jangan hanya jadi seremoni. Ini harus menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen untuk membangun Kota Bekasi yang lebih baik,” tutupnya.







