Lurah Dalung Mengaku Tak Dapat Laporan Soal Pungli JPS Tunai

Serang,- Menanggapi isu dugaan adanya pungutan liar terhadap program Bantuan JPS tunai dari Kemensos RI yang dilakukan oknum di Kelurahannya, Pihak Kelurahan Dalung Mengaku Tidak Mengetahui terkait dengan adanya pemotongan hingga Rp 100 Ribu yang diiperuntukan untuk para panitian. Olah karenanya, Pihak Kelurahan dalung berencana akan melakukan pengecekan secara langsung ke lapangan, terkait adanya dugaan pungli tersebut.
Lurah Dalung, Samsudin mengatakan, pihaknya belum pernah menerima laporan secara langsung dari masyarakat terkait dengan isu pungli bantuan JPS tunai yang dilakukan oleh petugasnya.
“Punten pak itu sumber dari mana? Waktu pembagian di mana? Setau saya di Kelurahan Dalung tidak ada (laporan dugaan pungli oleh RT dan RW),” ujarnya, Selasa (19/05/20).
Setelah dijelaskan lebih detail berkaitan dengan dugaan tersebut yang berasal dari keluhan masyarakat, ia mengaku baru tahu akan hal tersebut.
“Terus terang saya baru dengar (terkait dengan adanya dugaan pungli) ini pak,” kata Samsudin.
Ditanya mengenai langkah yang akan diambil oleh pihaknya, Samsudin akan mengatakan akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Ia juga menuturkan belum bisa memberikan pernyataan apabila dugaan itu benar terjadi.
“Yang pasti kami (akan) kroscek dulu pak kebenaranya. Kebetulan saya juga sudah sampaikan ke Babinmas supaya dicek ke RT dan RW pak,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Cipocok Jaya, Rahmat, mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil RT, RW dan Lurah Dalung untuk melakukan konfirmasi atas dugaan adanya pungli itu.
“Besok (hari ini) saya akan panggil deh RT, RW dan lurahnya untuk melakukan konfirmasi,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, memang terkadang ada masyarakat yang secara sukarela menyisihkan bantuan yang didapat, lalu dibagikan kembali kepada masyarakat lainnya yang membutuhkan dan tidak mendapat bantuan.
“Cuma kalau yang di Dalung saya juga belum tau yah apakah seperti itu atau bagaimana. Karena ini baru dengar saya laporannya, semoga besok bisa dijelaskan,” ungkapnya. (Arr)








