Agama Jaga Ketahanan Kota

Agama dinilai dapat menjadi irisan yang penting dalam menjaga ketahanan Kota Depok. Hal itu disampaikan Pakar Kebijakan Publik Riswanda, saat diskusi yang digelar Mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Sabtu (22/02/2020).
“Semua agama berbicara tentang kebaikan. Irisan-irisan yang sama antara agama yaitu jangan berbuat kejahatan, jangan korupsi, dan jangan melakukan hal-hal yang tidak baik,” papar Riswanda.
Salah satu Mahasiswa Magister Administrasi Publik UNTIRTA, Nurul Auliah menyampaikan tentang nilai-nilai agama yang harus diterapkan dalam keseharian dalam kehidupan. Untuk memperkuat ketahanan kota sebagai kota Religius.
“Hanya saja saya melihat DPRD Kota Depok menolak rancangan peraturan daerah Kota Depok tentang penyelenggaraan Kota Religius. Ini tentunya saya melihat harus ada dukungan dari pihak Kota Depok agar ada payung hukum yang kuat untuk mengaplikasikan ketahanan kota sebagai kota Religius,” tutur Nurul Auliah.
Dalam kesempatan yang sama, Ipah Ema selaku Ketua Prodi Magister Administrasi Publik (MAP) UNTIRTA menyampaikan bahwa Forum Group Discussion (FGD) kebangsaan yang melibatkan Pakar Kebijakan Publik dan Mahasiswa diperlukan sebagai bentuk kepedulian terhadap formulasi kebijakan Publik secara kritis, aktif dan kreatif. Tentunya nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa Dan Pancasila Sebagai Dasar Negara melandasi Tema Diskusi mendorong Ketahanan Kota Depok sebagai Kota yang religius.
“Harapan saya diskusi ini menghasilkan rekomendasi kebijakan bidang keagamaan yg berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan pribadi warga negara dalam semua dimensi kehidupan mereka, sehingga mendapatkan dukungan Masyarakat,” ungkapnya (MIR)









