Koalisi Muhammad-Saras Dinilai Bermasalah

Tangsel – Pengamat politik dari Forum Literasi Demokrasi Tangsel Erwin Simbolon menilai jika pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tangsel Muhammad-Saras tidak bisa mengkonsolidasikan partai koalisi yang mendukungnya. Sehingga, hal itu bisa jadi boomerang untuk pasangan ini.
Simbolon mengatakan, Muhammad-Saras didukung oleh partai politik yang besar. Banyaknya parpol yang mendukung, dinilai menjadi salah satu kekuatan untuk pilkada. Sayangnya, Muhammad-Saras belum bisa mengkonsolidasikan partai pendukungnya itu. “Nampaknya masalah jtu belum bisa diselesaikan,” katanya. Minggu (06/09/20)
Ia mengamati dari proses pendaftaran ke KPU yang dilakukan oleh pasangan Muhammad-Saras. Selama proses itu, kata dia, yang lebih terlihat dominan selalu PDI Perjuangan. “Jadi, kesannya pasangan ini PDI Centris, atribut yang berkibar hanya PDI Perjuangan,” ujarnya.
Sementara, kata dia, Partai Gerindra yang juga mendukung Muhammad-Sara, tidak begitu menonjol. Malahan, seperti berjalan sendiri. “Begitu pun dengan partai lainnya, ini adalah problem terbesar dalam koalisi besar,” ucapnya.
Kondisi itu, kata dia, hanya akan menjadi boomerang bagi Muhammad-Sara. Karena, egosentris partai politik belum bisa diredam oleh pasangan ini. “Kalau dalam satu koalisi ada satu partai yang dominan, sementara partai lainnya seolah-olah hanya mengikuti, ini bisa jadi ada perpecahan di dalamnya,” katanya.
Ia mewajarkan jika koalisi Muhammad-Sara tidak begitu kompak. Karena, melihat dari seorang figur Muhammad yang bukan berasal dari politikus melainkan hanya seorang birokrat. “Tentu komunikasi seorang birokrat dengan seorang politikus berbeda, komunikasi seorang birokrat dengan parpol akan sulit,” ucapnya. (Imat)






