Mahasiswa Kritisi Pembangunan Sport Center

Serang,- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Banten Menggugat (Kasibat) berunjuk rasa di halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten, Rabu (23/09/20). Mereka mengkritisi kebijakan Pemprov Banten yang justru memprioritaskan pembagunan sport center di tengah pandemi covid-19.
“Gubernur Wh-Andika sibuk mencari dana untuk proyek-proyek yang tertunda karena refocusing. Ini menjadi bukti bahwa prioritas Wh-Andika bukan kesehatan rakyat di tengah pandemi,” ungkap koordinator aksi, Fikri.
Fikri mengatakan, di tengah pandemi dan guncangan resesi saat ini, tidak seharusnya pemerintah daerah mengalokadikan dana pinjaman untuk memaksa melanjutkan proyek-proyek yang tertunda. Tetapi difokuskan untuk pemilihan ekonomi masyarakat.
“Jelas kita lihat barometer tindakan yang dilakukan Pemprov jauh dari kepentingan untuk rakyat. Ini menjadi hal yang menyakitkan untuk hati rakyat. Jika, kita rinci dana pinjaman sebesar 856 miliar masuk untuk pembiayaan Sport Center yang menyedot dana sebesar 430 Miliar atau sekitar 50,22 Persen artinya setengahnya dialokasikan kepada pembangunan sport center,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fikri mengajukan empat tuntutan yang harus menjadi fokus pemerintah daerah antara dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program tersebut diantaranya mencakup beberapa aspek seperti pendidikan dan kesehatan, pemulihan ekonomi dan transparansi anggaran. “UMKM harus menjadi prioritas utama demi pemulihan ekonomi daerah dengan sesuai landasan PEN,” pungkasnya. (Arr)






