Tradisi Nadran di Kota Serang Sepi

Serang,- Pelaksanaan perayaan tradisi Nadran atau ruwat laut yang dilakukan masyarakat pesisir Karangantu pada tahun ini tidak seperti biasanya. Tradisi tahunan kampung nelayan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu kini sepi dari pengunjung.
Sepinya pelaksanaan tradisi dikarenakan adanya kebijakan mengenai Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim.
Kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Yoyo Wicahyono mengatakan, meskipun saat ini Pandemi Covid-19 masih melanda, namun pelaksanaan tradisi harus tetap dilaksanakan.
Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk pelestarian budaya masyarakat pesisir dan mengenalkan tempat wisata yang ada di Kota Serang. “Setiap tahun kita lakukan (tradisi Nadran), secara rutin ya untuk meningkatkan pengunjung yang datang ke sini,” ujarnya, Jum’at (27/11/20).
Yoyo mengatakan, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan tradisi Nadran tahun ini. Perbedaan tersebut ialah adanya pembatasan jumlah pengunjung yang hadir langsung ke lokasi acara. “Sebab yang terpenting masyarakat tetap melakukan tradisi dan menekan angka persebaran Covid-19 di Kota Serang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yoyo berharap agar masyarakat Kota Serang selalu menjaga tradisi yang ada sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. Melalui budaya dan sajian makanan daerah di Kota Serang, Yoyo yakin mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah.
“Kalau konsisten dilakukan setiap tahun, dan ada peningkatan jumlah pengunjung ke depannya bisa masuk kedalam kalender festival Nasional, jadi orang Kementerian bisa datang melihat langsung,” terangnya.
Sementara itu, salah satu nelayan Karangantu yang enggan disebutkan namanya, mengatakan tradisi Nadran merupakan upacara serta doa yang dipanjatkan oleh nelayan kepada Tuhan atas rahmat dan rezeki yang di berikan melalui hasil laut.
Tujuan dari tradisi ini, tidak lain agar masyarakat tidak lupa kepada sang pencipta dan agar selalu bersyukur. Bukan hanya itu, melalui tradisi ini masyarakat mengharapkan hasil tangkap yang melimpah dan keselamatan ketika berlayar. “Iya, doa melimpahkan hasil tangkapan,” pungkasnya. (Arr)






