amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Digdayamedia.id- Kadang, seberapa tinggi peradaban suatu bangsa bisa dilihat dari perilaku orang-orangnya saat di jalan raya. Lampu Kuning misalnya, kita sama-sama tau kalau lampu lalu lintas warnanya kuning, maka itu artinya hati-hati.
Bagi yang sedang melaju, hati-hati karena sebentar lagi lampu merah dan ada kendaraan dari arah lain. Bagi yang sedang berhenti, bersiap sebentar lagi hijau, dan hati-hati masih ada kendaraan dari arah lain. Tapi mari kita sejenak renungkan perilaku mayoritas bangsa kita dijalan raya.
Bagi mereka, lampu kuning berarti harus memacu kendaraannya sebelum jadi merah. Atau lampu kuning berarti kalau bisa nyolong start lebih dulu sebelum jadi hijau, diiringi klakson-klakson dari arah belakang.
Jadi gini. Kok giliran ngomongin politik maunya pemimpin yang adil dan gak korupsi. Bukankah Pemimpin itu cerminan dari rakyatnya? Simpulkan saja, jadi bagaimana akhlak dan integritas kita berkaca dari prilaku kita di jalan raya. Wajar saja kalo kita di kasih politikus-politikus brengsek, culas dan gemar korupsi. Kan kita saja sebagai rakyatnya seculas itu di jalan raya.
Lampu kuning disuruh hati-hati, malah makin dipacu laju kendaraannya. Kalo ada jalan pintas, bodo amat sama aturan!.
Jadi gimana? apa coba gunanya sekolah?
Ilham Nurjaman(Manusia)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…