amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
PAMULANG – Ayah almarhum Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat, mewakili anaknya menghadiri wisuda di Universitas Terbuka (UT) Tangerang Selatan hari ini, Selasa (23/8/2022)
Kedatangan Samuel di UT ditemani pengacara keluarga Ramos Hutabarat dan kerabat marga Irma Hutabarat untuk mewakili Almarhum Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam prosesi wisuda sarjana yang telah ditempuh oleh Brigadir J sejak 2015.
Diketahui, Brigadir J terdaftar sebagai mahasiswa UT Tangsel sejak 2015 di jurusan Sarjana Hukum dan dijadwalkan akan diwisuda hari ini.
Selama prosesi wisuda berlangsung, tampak Ramos dan Irma duduk di sisi kiri dan kanan Samuel. Saat menunggu panggilan prosesi wisuda, terdapat seorang wisudawan yang menyalami Samuel untuk memberi semangat.
Tampak Samuel menangis di hadapan Irma dan Ramos, kedua kerabatnya itu mencoba menenangkannya. Lalu Samuel mengambil tisu yang ada di depannya dan mengusapkan tisu ke wajahnya.
Irma menyebut, bahwa menjadi sarjana adalah salah satu cita-cita Yoshua sebelum menikahi sang kekasih. Yoshua dinilai Irma sebagai anak yang pintar. Ia lulus tepat waktu dengan nilai akhir atau IPK yang bagus.
“Cita-citanya Yoshua itu menjadi prawira agar bisa menikah setelah wisuda,” ungkap Irma usai mendampingi proses wisuda.
Irma menyebut ibu dari Yoshua tak bisa ikut hadir dalam acara wisuda karena masih dibalut kesedihan.
“Hari ini lah kita melihat cita-citanya, walau orangnya sudah tidak ada,” lanjutnya. (red)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…