Bantu Mahasiswa Kurang Mampu, UIN Banten Gaet Dompet Dhuafa

SERANG,- Guna membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan, UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten menggaet Lembaga Filantropi Dompet Dhuafa untuk mengenalkan nilai-nilai Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf (Ziswaf).
Kegiatan Ziswaf itu bertajuk Expert Lecture bertemakan “Filantropi dan Pemberdayaan Melalui Social Finance” yang diselenggarakan di Aula Rektorat UIN SMH Banten yang diikuti 150 peserta, Kamis (6/10/2022).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Nihayatul Maskuroh mengungkapkan, Kegiatan Expert Lecture merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan oleh FEBI.
“Kegiatan ini dilakukan karena ingin mensinergikan ilmu yang di dapatkan dalam belajar di kelas dengan ilmu dalam prakteknya di masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa dalam upaya mengenalkan nilai-nilai Zakat, Infak, dan Sedekah. Untuk wakaf, lanjutnya, akan di gagas kembali oleh FEBI berkolaborasi dengan lembaga terkait wakaf.
“Hal ini semua dilakukan bertujuan untuk membantu para mahasiswa dalam biaya pendidikannya bagi mahasiswa yang membutuhkannya, yang mana hal itu diperoleh dari dosen, pegawai dan mahasiswa,” jelasnya.
Rektor UIN SMH Banten Prof. Wawan Wahyuddin mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang bertujuan untuk membantu mahasiswa dan membesarkan kampus “Bagaimana pun juga UIN harus dibesarkan oleh semua Fakultas,” imbuhnya.
Rektor menuturkan, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting. Harapanya mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya Islamic Social Finance dalam peningkatan kesejahteraan umat.
“Kerja sama yang terbangun dengan Dhompet Dhuafa adalah langkah strategis bagi gerakan zakat, mewakili ISF dalam upaya tersebut,” terangnya.
Rektor juga menegaskan bahwa mahasiswa FEBI harus cerdas, harapannya mampu mengenalkan ekonomi islam pada kalangan muda terutama agar syariat Ziswaf terus tumbuh melalui semangat muda yang penuh ambisi kebaikan.
“Kita perlu kerja keras, pahami UUD Sisdiknas, terapkan ekonomi berbasis syariah, dan jadilah pengusaha muslim yang cerdas, semoga semua jadi pengusaha yang sukses,” tegasnya. (Arr)








