Begini Cara Pengolahan Sampah Organik Menjadi Energi di Kota Serang

SERANG,- Tawaran kerjasama pengolahan sampah di TPAS Cilowong disampaikan oleh Indonesia Power kepada Pemkot Serang. Sampah-sampah organik yang ada di sana rencananya akan diolah menjadi energi.
Diketahui, energi dari sampah itu untuk mengoprasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai energi terbarukan pengganti batu bara.
Kepala bidang Riset Inovasi dan Knowlage Management (RIK) pada PT. Indonesian Power, Mochamad Soleh mengatakan, sampah organik yang dihasilkan oleh alam itu mengandung energi.
“Di pohon ini seperti kayu, daun-daunan ini mengandung energi. Kalau daun dibiarkan kering, jadi bubuk itu hilang energinya. Makanya kita jaga itu jangan sampai hancur, jadi mengering dan keras. Nah itu menjadi energi dan bisa dimanfaatkan,” katanya, Kamis (11/3/2021)
Ia mengatakan, untuk menjaga energi yang terkandung dalam sampah organik tidak hilang oleh proses alamiah, pihaknya telah memiliki alat yang bisa digunakan dan nantinya akan diaplikasikan di TPAS Cilowong.
“Sampah itu diolah dengan proses biodraying untuk dijadikan bahan bakar. Itu bentuknya bermacam-macam, bisa berbentuk pelet, bentuk cacah, bentuk briket itu bisa. Intinya dari komposisinya itu sesuai standar. Ada Standar Nasional Iindonesia untuk komposisi dari bahan bakar yang dihasilkan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, nantinya sampah-sampah organik yang telah dipilah, akan ditetesi oleh bio aktifator agar energinya tidak hilang dan mengeras. “Sampahnya nanti dengan bantuan Bio aktifator itu akan kering. Biasanya sampah itu kalau dibiarkan saja busuk, nah kalau ditetesi bio aktifator dia akan kering tidak jadi busuk. Setelah kering mengandung energi, nah ini bisa digunakan untuk PLTU,” jelasnya.
Menurutnya, energi yang dihasilkan oleh sampah organik hasil olahan tersebut kandungannya setara dengan batu bara muda yang ada di alam. “Batu bara muda itu nilai kalorinya itu sekitar antara 3.000 Kkl per kilogram ini setara dengan energi sampah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan, untuk memperoleh 1 kg briket, dibutuhkan 4 kilogram sampah organik yang belom di olah. “Karena sampah itu basah kan, katakanlah daun, basah itu ibarat di pembakaran itu losis. Kalau basah kan harau mengeringkan airnya dulu baru materialnya bisa terbakar,” pungkasnya. (Arr)









