Begini Nasib Pedagang Daging Pasar Rau Selama Pandemi

Serang,- Pandemi Covid-19 berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat. Tak terkecuali para pedagang daging yang biasa berjualan di pasar induk Rau.
Ketua Gappenda Provinsi Banten, Aeng Khaerul Zaman mengatakan, pandemi Covid-19 membuat seluruh pedagang harus memutar otak untuk tetap bisa berjualan agar tidak kehilangan langganan dan memastikan tidak mengalami kerugian. “Kita pedagang ini selama ini sedang bertahan sebetulnya menghadapi covid biasa jualan 50 kilo jadi jualan 25 kilo, biasa 2 ekor jadi 1 ekor,” katanya, Kamis (21/01/21)
Aeng mengatakan jika kondisi tersebut kian diperparah dengan adanya kenaikan harga daging sapi yang membuat para pedagang daging was-was. “Selama covid ini memang sudah menurun kita penjualan, ditambah sekarang dengan adanya kenaikan ya tambah menjerit kita,” jelasnya.
Aeng mengatakan, pihaknya akan melakukan audiensi dengan anggota DPRD Provinsi Banten guna menyetabilkan harga daging sapi. “Walau bagaimanapun nasib kita kita adukan ke dewan, ini pedagang ini sudah menjerit semua, barang kali konsumen juga menjerit karena harganya tinggi,” ujarnya.
Senada disampaikan salah satu pedagang daging sapi di Pasar Rau, Musi Yusuf. Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut, pihaknya mengaku mengalami penurunan penjualan secara signifikan. Jika biasanya sehari terjual 7 ekor daging sapi, saat ini hanya terjual paling banyak 4 ekor daging.
“Harapannya ingin murah, tapi gak mungkin. Kalau dari perusahan belanja hari ini buat lebaran. Belanja disana nggak kuat harganya. Kalau sehari 7 ekor, sekarang paling 4 ekor,” jelasnya. (Arr)









