Benyamin Main Panah di Gisfest

Tangsel- Benyamin Davnie membuka acara Global Islamic School 2 Festival (GIS2FEST) 2020, bertempat di lapangan hijau Global Islamic School, Puspitek Buaran, Serpong, Sabtu (15/02)
Lapangan hijau Global Islamic School (GIS) 2 Serpong yang semulanya hanya dipenuhi rumput hijau, kini dipenuhi tenda-tenda untuk para tamu, peserta lomba, serta tenda untuk para juri panahan atau archery. Aura Kompetitif antar sekolah sangat terasa. Terlihat para atlet dengan bangga mengenakan seragam yang menjadi ciri khas sekolah masing-masing.
Pantauan Digdayamedia.id pukul 08.30 WIB Benyamin Davnie tiba di lokasi acara dengan mengenakan kemeja abu-abu lengan panjang yang dipadu dengan celana bahan hitam, ditambah pantofel hitam ditambah kacamata yang menjadi ciri khasnya.
Kedatangan Bang Ben sapaan akrab Benyamin Davnie ini disambut hangat oleh guru dan siswa GIS 2 Serpong. Sebelum menempati tempat duduknya Bang Ben Menyalami para guru dan tamu undangan lain yang berada di dekatnya.
Dibawah terik matahari pagi Bang Ben membuka acara tersebut, dengan mencoba merasakan sensasi panahan. Menurutnya, memanah memiliki filosofi. Dimulai dari membidik yang sama halnya dengan niat, kemudian menarik anak panah, sama dengan usaha, dan terahkir melepaskan anak panah, diibaratkan dengan tawakal.
“Sama halnya kita melakukan sesuatu, kita harus punya niat dan berusaha, selebihnya kita harus bertawakal kepada Allah,” tuturnya.
Setelah dibuka secara simbolis dengan panahan, acara dilanjut dengan pembacaan sumpah atlet dan juga janji wasit. Flash mob dari para panitia yang mengenakan baju kuning-hitam pun ikut memeriahkan.
Dalam sambutannya, Bang Ben mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kerja keras para panitia.
“Saya ucapkan selamat kepada para panitia, kalian sukses mengadakan acara sebesar ini. Jika diibaratkan dalam pemerintahan, ini setara dengan pekerjaan selevel Asisten Daerah,” ungkapnya.
(MI/FTW)






