amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ p.acss0786f{text-align:left;}div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

BNPB dan Pemkab Serang Tingkatkan Mitigasi Kebencanaan

SERANG – Pemkab Serang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan peningkatan peringatan dini kebencanaan.

Itu seiring dengan potensi bencana yang bisa saja terjadi di wilayah Kabupaten Serang khususnya di garis pantai Kabupaten Serang wilayah barat.

Upaya peningkatan mitigasi bencana dilakukan oleh BPBD Kabupaten Serang dengan menggandeng BPBD Provinsi Banten dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BPBD melakukan pelatihan bagi masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana di Kecamatan Cinangka.

Deputi Pencegahan pada BNPB Prashinta mengatakan, Kabupaten Serang memiliki ancaman bencana cukup tinggi karena masuk wilayah Megatrust, daerah pertemuan antar lempeng tektonik bumi di lokasi zona subduksi.

Lempeng tektonik bumi ini, kata dia, bisa mencapai ribuan kilometer dan menjadi dasar benua dan samudera. Terkadang, lempeng tersebut bertabrakan satu sama lain atau satu lempeng didorong ke bawah lempeng yang lain di zona subduksi.

Dengan kata lain, zona subduksi adalah zona pertemuan lempeng-lempeng tersebut. Jika sejumlah lempeng tektonik bertemu, maka gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan tanah longsor yang kuat dapat terjadi.

“Kita tidak tahu nantinya bencana apa yang akan datang, maka diperlukan antisipasi bencana yang harus dilakukan oleh Pemkab Serang. Sehingga, untuk mengantisipasi bencana ini, tentunya sosialisasi peringatan dini dan penguatan masyarakat perlu dilakukan. Supaya masyarakat paham apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,” katanya usai melakukan pertemuan dengan Bupati Serang di Pendopo Bupati Serang, Kamis (25/5/2023).

Menurut Prashinta, BPBD Kabupaten Serang sudah banyak kemajuan dalam melakukan sosialisasi penguatan peringatan dini dan penguatan masyarakat. Kemudian, diperkuat dengan sarana prasarana seperti alat peringatan dini yang didukung oleh rambu-rambu kebencanaan, serta perbanyak jalur evakuasi.

“Berkat dari BPBD Kabupaten Serang juga, yang sudah membantu program yang kita sampaikan tentunya dapat terlaksana dengan baik. Ke depannya, akan kita tingkatkan sarana prasarana pendukung kebencanaannya, agar masyarakat dapat mengetahui harus kemana mereka pergi ketika bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, penguatan sosialisasi peringatan dini kepada masyarakat tentunya harus lebih dioptimalkan. Tujuannya, agar masyarakat paham bahwa wilayahnya memiliki potensi bencana.

“Dengan mereka paham, mengetahui tanda-tanda bencana akan terjadi, mereka akan tahu apa yang harus dilakukan. Hal ini, tentunya untuk mencegah korban bencana terjadi terhadap masyarakat,” katanya.

Tatu mengatakan, berkaca pada tragedi tsunami 2018 lalu, mayoritas korban bukan dari masyarakat lokal melainkan para pendatang yang menginap di hotel. Sehingga, diperlukan perhatian khusus bagi para pendatang untuk mengetahui tanda-tanda kebencanaan.

“Nanti kita koordinasi dengan pihak hotel, untuk menyiapkan petugas yang terus memantau kondisi laut. Sehingga, kita harus menjamin keamanan serta kenyamanan para penghuni hotel, para pemilik hotel nanti kita ajak berkoordinasi,” ujarnya. (red)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

2 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

3 bulan ago