BPBD Kabupaten Serang Komitmen Tingkatkan Budaya Keluarga Tangguh Bencana

SERANG, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang berkomitmen untuk terus tingkatkan budaya keluarga tangguh bencana.
Hal ini dikarenakan ketika terjadi bencana, yang bisa menyelematkan di tahap awal ialah diri pribadi, anggota keluarga kemudian tetangga dan orang terdekat.
Saat ini BPBD mulai menyosialisasikan terbentuk dan terciptanya keluarga yang tangguh bencana. “Artinya, si kepala keluarga ini sudah bisa membuat konsep rencana kontinjensi bagi keluarganya,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma.
Nana menambahkan, rencana kontinjensi ini seperti menciptakan lingkungan rumah yang tidak mudah kebakaran, terhindar dari bencana tertimpa pohon di halaman rumah, serta sadar akan lokasi geografis rumah apakah di bantaran sungai, pinggir laut atau tebing, sehingga satu keluarga ini mampu membuat sebuah mitigasi bencana bagi keluarga.
Memiliki kelengkapan alat keamanan seperti alat pemadam api ringan, melakukan pengecekan instalasi kelistrikan.
Sosialisasi terkait keluarga tangguh bencana ini sudah disosialisasikan di Kecamatan Puloampel dan Anyar, selanjutnya ke Kecamatan Tunjungteja dan lainnya.
Menariknya, anggaran untuk sosialisasi ini bukan bersumber dari APBD Pemkab Serang, melainkan dari hasil bekerja sama dengan BPBD Provinsi Banten, Pemerintah Pusat, serta dengan instansi lain.
Kegiatan rutin pun dilakukan oleh BPBD baik di internal maupun eksternal. Untuk kegiatan internal BPBD, dilakukan penjagaan siaga 24 jam, peningkatan SDM lebih tinggi dengan menyekolahkan anggota BPBD melalui kerja sama dengan BNPB untuk mengikuti pendidikan, sehingga SDM BPBD, pengetahuannya semakin tinggi.
Sedangkan untuk kegiatan eksternal, BPBD melakukan pemeriksaan, pengawasan dan pembinaan di lingkungan industri serta rumah-rumah warga, serta penguatan desa tangguh bencana (Destana) yang sekarang sudah ada di 48 desa yang merupakan lokasi rawan bencana.
Untuk lingkungan industri, dengan surat edaran Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang menyatakan bahwa setiap perusahaan wajib memiliki kesadaran terhadap mitigasi bencana.
Tidak hanya fokus pada safety fire, tapi sudah mulai pada safety disaster. Perusahaan harus mampu menciptakan profesional disaster, setiap perusahaan wajib memiliki 20 personal disaster yang dilatih ketahanan terhadap bencana oleh BPBD serta bersertifikasi. (adv)









