amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengajak semua elemen untuk bersama-sama menurunkan angka kematian ibu (AKI) baru melahirkan dan angka kematian bayi (AKI) baru lahir lantaran di Kabupaten Serang masih terbilang tinggi.
Ajakan tersebut usai Tatu membuka Workshop Lintas Sektor Penggalangan Komitmen Lintas Stakeholder Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, dan Soft-Launching Program MPHD Indonesia di Hotel Forbis Kecamatan Waringin Kurung pada Selasa, 26 April 2022.
“Memang di Kabupaten Serang dari data itu cukup tinggi. Jadi, seperti saya sampaikan ini perlu kerja bersama tidak hanya menjadi tugas dinas kesehatan atau dinas KB tetapi semua fasilitas kesehatan milik pemda dan milik swasta. Peran di tengah masyarakat ini yang harus kita optimalkan. Kaya tadi, peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan kader kesehatan,” ujar Tatu.
“Kalau kader di bawah dinkes, akan tetapi kalau tokoh masyarakat ini misalkan ada yang hamil kita harus reflek, ibu udah periksa belum? Nah itu harus jadi perhatian dari semua orang sekitarnya terhadap orang yang hamil, jadi bukan tugas dari keluarganya saja,” katanya.
Menurut Tatu pertanyaan tersebut akan membuat ibu hamil akan berfikir. “Oh iya saya harus periksa. Jangan hanya kader, tenaga kesehatan, tapi semua nanya, karena kita harus sayang ke mereka, karena kondisi mereka kan kondisi yang harus benar-benar kita jaga,” tambah Tatu.
Tatu berharap, dengan dilaksanakannya program Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir bisa berdampak positif untuk di Kabupaten Serang. “Mudah-mudahan dengan program ini yang di sinergikan dengan seluruh stakeholder, bisa menurunkan cukup signifikan baik kematian ibu yang melahirkan dan bayi yang baru lahir,” ungkapnya.
Tatu mengatakan, program tersebut dibawah penanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang yang mendapatkan program dari Pemerintah Pusat, USAID (United States Agency for International Development) bersama Kementrian Kesehatan (Kemenkes) program menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir.
“Karena intinya ibu hamil ini harus kita perhatikan oleh semuanya, karena berdasarkan catatan di Kabupaten Serang ini kalau kita lihat dari sisi data-data yang tadi dipaparkan ibu hamil ini, dari tingkat pemahaman tentang kesehatan masih rendah,” katanya.
Oleh karenanya, dengan masih tingginya AKB dan AKI baru lahir didominasi berdasarkan data yang ada dengan rata-rata mengidap penyakit tidak menular meliputi jantung dan hipertensi. “Ini kan dari pola hidup yang sudah lama sebelum dia hamil, dari pola hidup. Banyak sekarang yang tadinya tidak hipertensi, kemudian pas hamil muncul hipertensi kan itu bahaya, kemudian pendarahan, dan itu berkaitan dengan gizi,” papar Tatu.
Adapun untuk data dari Dinkes atas AKI baru melahirkan dan AKI baru lahir selama 3 tahun terakhir pada Tahun 2019 ibu meninggal sebanyak 66 orang, dan 275 bayi. Sedangkan tahun 2020, ibu meninggal 64 orang dan 260 bayi. “Kemudian Tahun 2021 naik ini menjadi 77 orang ibu meninggal dan 209 bayi, ini kan termasuk tinggi,” urai Tatu.
Turut hadir Perwakilan USAID, perwakilan Dinkes Provinsi Banten, Asda I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Nanang Supriatna, Kepala Bappeda Rachmat Maulana, Kepala Dinkes Agus Sukmayadi, Direktur RSDP Rahmat Setiadi, Kepala DKBP3A Tarkul Wasyit, dan Kepala Diskominfosatik Anas Dwisatya Prasadya.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, guna menekan AKI dan ABK idealnya kalau melihat jumlah 1,6 juta jiwa rasio terhadap pelayanan kesehatan itu 30 sampai 40 ribu jiwa penduduk maka diperlukan sekitar 40 sampai 50 Puskesmas. “Kenapa demikian, karena memang peran dari Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan milik pem…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…