amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ p.acss0786f{text-align:left;}div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Ketua PBNU Said Aqil Siradj meresahkan Paham Radikalisme yang akhir-akhir ini disinyalir telah menyebar di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Menurutnya hal tersebut bisa dicegah dengan cara memahami Alquran secara substansial.
“Memahami Al – Qur’an tidak cukup hanya memahami secara tekstual, tapi harus secara substansial,” ujarnya saat mengisi materi seminar kebangsaan di Aula Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (17/9).
Menurutnya apabila Al-quran hanya dipahami secara tekstual, maka akan banyak bahaya yang ditimbulkan. Seperti kisah Ali bin Abi Thalib yang dibunuh oleh seorang hafidz. Pemahaman yang berbeda antara keduanya akan membawa perselisihan.
“Memahami Al-Qur’annya hanya secara tekstual, makanya yang tidak sepaham itu dianggap kafir. Bahaya itu,” katanya.
Sementara itu, Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman mengatakan, pembahasan mengenai “Penanaman Wawasan Kebangsaan di Era Digital Menghadapi Ideologi Transnasional” ini perlu difahami oleh seluruh civitas akademik sebagai wawasan pluralitas.
“Banyak sesungguhnya alumni-alumni kita yang di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terperangkap pada aliran-aliran radikalisme, apalagi di era digital ini,” katanya di sela-sela penyampaian sambutan.
Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini, faham radikalisme tidak lagi merongrong kedaulatan NKRI, khususnya di lingkungan PTN. “Semoga bisa menambahkan wawasan kebangsaan yang toleran antar sesama,” ujarnya
Mnj
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…