amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERPONG, – Kota Tangerang Selatan memiliki keberagaman suku dan budaya. Meski beragam, hingga kini masyarakat Tangsel tetap hidup tentram tanpa adanya gesekan konflik agama, suku maupun budaya.
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyebut bahwa Tangsel merupakan miniatur Indonesia. Karena dilihat dari sisi demografi dan kependudukan latar belakang suku, agama dan budaya ada di Tangsel.
“Dari sejak zaman sebelum Indonesia berdiri, memang perbedaan itu sudah ada di wilayah kita sudah ada bumi ini. Sehingga justru perbedaan bukan untuk dipersoalkan tetapi dibuat menjadi harmonis. Salah satu caranya melangsungkan fungsinya masing-masing,” ujar Benyamin saat menghadiri Shejit Yang Mulia (YM) Kongco Kwan Tee Koen di Vihara Boen Hay Bio, Serpong, Tangsel (25/7)
Lanjut Benyamin, dengan adanya latar belakang tersebut yang tumbuh di Tangsel. Ditegaskannya, bahwa tidak ada tempat bagi orang-orang yang mempertajam permasalahan agama sehingga menjadi konflik.
“Jadi tidak ada tempat di Tangsel untuk orang-orang yang mempermasalahkan perbedaan, apalagi mempertajamnya yang kemudian menjadi konflik. Tidak ada tempat untuk orang seperti itu. Karena Tangsel itu luar biasa, ini bukti Tangsel kaya akan culture, ini yang akan terus menghidupkan Tangsel,” tegasnya.
Maka dari itu, Pemkot Tangsel terus mendorong dan mendukung kegiatan masyarakat berbasis agama, sosial dan kebudayaan.
“Semua harus mendapat perhatian dari Pemkot Tangsel, semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Tangsel. Dan tentunya menambah kegembiraan bagi kita, sebagai anak bangsa berbasis Pancasila kegiatan yang mencerminkan budaya dan keberagaaman sangat penting,” ungkapnya.
“Mari kita tunjukan kepada dunia perbedaan bukan untuk dipermasalahkan. Justru itu menjadi modal melahirkan gagasan baru untuk generasi penerus bangsa anak-anak kita nanti,” tambah Benyamin. (Bo)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…