Terkendala Covid-19, Serapan APBD Baru 29 Persen

Serang,- Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik langsung maupun tidak langsung di Kota Serang terkendala pandemi Covid-19. Pada bulan juni baru di kisaran 29 persen. Hal tersebut terungkap saat Walikota Serang, Syafrudin melaksanakan Rapat evaluasi APBD secara daring di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) kota Serang, Rabu, (17/06/20).
Syafrudin mengungkapkan, kecilnya serapan APBD baik langsung ataupun tidak langsung tersebut dipicu oleh pandemi covid-19 di Kota Serang yang menyebabkan OPD tidak bisa melaksanakan kegiatan.
“Pertama, karena kondisi seperti ini mungkin OPD tidak bisa melaksanakan kegiatan. Karena kami pemkot serang tentunya baik kegiatan internal maupun eksternal itu tidak dilaksanakan selama tiga bulan ini,” jelasnya saat ditemui usai rapat evaluasi.
Syafrudin mengungkapkan, serapan anggaran di bulan di bulan mei sendiri biasanya ada di kisaran 40 persen. Namun karena efek dari pandemi tersebut, serapan anggaran sampai dengan bulan Juni baru ada di kisaran 29 persen.
“Yang semestinya di bulan Mei harusnya sudah diatas 40 %. Namun sampai bulan Juni ini rapat evaluasi bulan mei ini baru 29 persen,” terangnya.
Syafrudin mengatakan, selain terdapat penuru dari sektor serapan anggaran, pandemi covid-19 yang terjadi di kota serang juga berimbas pada sektor pendapatan daerah.
“Dari sektor pendapatan sendiri, semestinya di bulan juni ini sudah diatas 50 persen, namun sekarang baru 35 persen,” jelasnya
Syafrudin mengungkapkan, dari sisi pendapatan khususnya perpajakan, terdapat tiga sumber yang terhabat lantaran terdampak covid-19 yakni perhotelan, Restoran dan juga perijinan.
“Yang mengganjal pebdapatan daerah itu dari hotel, restoran, dan perijinan. Sementara untu PBB normal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syafrudin berharap dengan pemberlakuan new normal di kota serang dapat memberikan kelancaran bagi para pelaku usaha di Kota serang sehingga membuat PAD kembali normal.
“Ya langkah ke depan mudah mudahan pemerintah pusat kalau sudah menerapkan new normal kemudian kita juga dalam tahapan transisi new normal, mudah-mudahan pelaku ekonomi yang ada di kota serang bisa berjalan lancar kemudian juga perpajakan bisa pulih kembali sehingga pad juga normal,” tandasnya. (Arr)









