amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Warga Perumahan Ranau Estate II Kelurahan Panggungjati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang mengeluhkan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) yang belum kondisinya terbengkalai dan tidak ada perbaikan. Bahkan Fasos dan Fasum diketahui belum diserahkan oleh pengembang sejak 2018 lalu.
Ketua RT 03/04 Kompleks Ranau Estate, Yasir Purnomo mengatakan jika saat ini kondisi jalan di lingkungannya rusak berbatu dan becek, terlebih apabila turun hujan. Bahkan sampai saat ini belum dilakukan pengerasan jalan, sementara pengembang membiarkan begitu saja.
“Kondisinya itu sudah sangat memprihatinkan karena belum dilakukan pengerasan jalan, apalagi ketika turun hujan,” katanya, Selasa (21/9/2021).
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang sampai saat ini belum tersedia. Hal itu pun membuat warga kesal bercampur bingung harus mengadu kemana untuk menuntut hak-haknya, karena pengembang menghilang. “Jadi setiap warga yang meninggal terpaksa harus dikuburkan di kampung halamannya masing-masing,” ujarnya.
Pihaknya juga begitu frustasi dengan tidak adanya respon dari pihak pengembang, bahkan juga dari Pemkot Serang yang seharusnya tidak sulit untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah, sekaligus membantu warganya.
“Sehingga menjadikan persoalan ini seakan semuanya dipikul oleh warga. Padahal seharusnya pemerintah hadir di tengah-tengah keresahan warganya yang sedang kesusahan,” terangnya.
Meski begitu, dirinya bersama warga masih berharap pemerintah bisa ikut turun tangan menyelesaikan persoalan ini. “Karena kalau berharap ke pengembang, sepertinya dia sudah lepas tangan dan kabur. Jadi tidak bisa lagi ada yang diharapkan,” tuturnya.
Tak hanya itu, warga juga rela mengeluarkan uang pribadi untuk membeli bahan material dalam memperbaiki jalan yang diperbaiki secara gotong-royong. “Sekitar ratusan warga yang di dominasi kalangan masyarakat kelas bawah rela merogoh kantong pribadinya masing-masing untuk melakukan pembangunan secara swadaya,” ungkapnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang Tb Arif Teguh Prihadi mengatakan, bila pihak pengelola atau pengembang Ranau Estate II belum menyerahkan Fasos dan Fasum kepada Pemkot Serang. “Sehingga kami juga belum bisa melakukan perbaikan, karena melihat data, Ranau Estate itu masih melakukan penjualan, jadi fasos fasumnya itu memang belum diserahkan,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, DPKP Kota Serang, Dadan Priatna mengatakan, pihaknya akan mencari tahu terkait dengan adanya dugaan pengembang yang kabur. “Paling nanti kita coba cari tahu sejauh mana pihak developer ini melaksanakan kewajibannya. Nanti kami juga akan survei ke lokasi terkait duduk kejadiannya seperti apa,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…