amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Sejumlah warga mengaku resah dengan keberadaan galian pasir di Desa Batukuda, Kecamatan Mancak karena pencemaran lingkungan setempat. Akibat galian tersebut, menyebabkan kerusakan lingkungan seperti jalan berlumpur hingga lahan pertanian rusak.
Ketua Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya, Anton Susilo mengaku, pihaknya sedang melakukan advokasi berdasarkan laporan dari warga yang dianggap mencemarkan lingkungan tersebut.
Anton menjelaskan, Desa tersebut terdapat tiga galian pasir milik perorangan yang beroperasi sejak enam tahun lalu dan hanya satu yang mengantongi izin. “Dua belum ada izinnya, tapi ini belum valid, belum saya konfirmasi ke dinas perizinan,” katanya.
Dia menilai, aktivitas galian pasir tersebut merusak lingkungan seperti jalan yang dipenuhi lumpur hingga lahan pertanian yang rusak sehingga petani gagal panen. “Sedang kita inventarisir kerusakan lingkungan yang terjadi apa saja,” ujarnya
Anton berencana, pihaknya akan menyampaikan data kerusakan lingkungan kepada Pemkab Serang untuk menindak tegas ketiga galian pasir tersebut. “Kami juga meminta pemilik galian pasir untuk memperbaiki lingkungannya,” ucapnya. (sir)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…