amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Dinilai Gagal, Mahasiswa Minta BPJS Kesehatan Dibubarkan

Serang- Dinilai gagal dalam memberikan jaminan kesehatan terhadap masyarakat dan hanya mementingkan untuk mendapatkn profit semata, puluhan Mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, menuntut pembubaran BPJS Kesehatan dan menggantinya dengan Jaminan Kesehatan Rakyat Semesta (Jamkesrata), Senin (16/1219).

 

Berdasarkan pantauan kru digdayamedia.id, mahasiswa tiba di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang sekitar pukul 13.15 WIB. dan langsung menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sembari diiringi gemericik air hujan, Mahasiswa melakukan orasi didepan Gerbang Puspemkot Serang.

 

Alhasil, setelah setengah jam lebih berorasi, mahasiswa diizinkan masuk guna malakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Kota Serang, Tb. Urip Henus Surawardhana.

 

Salah satu perwakilan masa aksi, Samsul Maarif mengatakan, sebelum dibubarkan, BPJS harus terlebihdahulu diaudit sebagai bentuk pertanggungjawabannya terhadap masyarakat.

 

“Kami menduga bahwa defisit yang terjadi di BPJS kami tidak percaya, padahalkan ada donor dari APBN, APBD dan rakyat,” ujarnya

 

Pihaknya juga menawarkan sistem jaminan kesehatan yang dinilai lebih efektif dibandingkan BPJS, yaitu Jamkesrata. Lebih jauh lagi Samsul menjelaskan, bahwa sistem Jamkesrata ini menjamin seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali dengan standard layanan yang layak.

 

“Jamkesrata merupakan bagian dari upaya negara untuk memberikan jaminan kesehatan yang promotif, preventif dan rehabilitatif. Oleh karena itu harus

dilaksanakan secara langsung oleh negara melalui Kementerian Kesehatan,” katanya.

 

Pemerintah Daerah juga, kata Samsul, dapat berpartisipasi dalam Jamkearata melalui alokasi APBD. Namun tidak membatasi rakyat untuk berobat di manapun dalam wilayah Indonesia. Oleh karena itu data atau nomor kepesertaannya dikeluarkan oleh

Pemerintah Pusat.

 

“Pemerintah juga tentu wajib mengembangkan konsep hidup sehat, terutama pada faktor perilaku dan lingkungan sehat yang berkontribusi 70% terhadap kesehatan manusia, di samping kelainan bawaan dan akses kesehatan (30%),” jelasnya.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Tb. Urip Henus Surawardhana mengatakan dirinya tidak bisa memutuskan atas tuntutan mahasiswa. Namun, pihaknya harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan Walikota maupun Wakil Walikota Serang.

 

“Kami akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pimpinan, nanti apa arahan dari pimpinan baru kami lakukan hal itu,” katanya kepada wartawan.

 

Setelah melakukan audiensi, mahasiswa menyatakan pihaknya telah kecewa dengan tidak adanya Walikota dan Wakil Walikota Serang. Namun, mereka akan menunggu jawaban selama kurun waktu seminggu, jika tidak ada jawaban, pihaknya mengancam akan membawa massa lebih banyak lagi untuk melakukan demonstrasi.

 

Diketahui, organisasi-organisasi yang menyuarakan aspirasinya yakni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Serang, HMI MPO dan SWOT Kota Serang dan API Kartini Kota Serang.(arr)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

3 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

3 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

3 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

3 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

3 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

4 bulan ago