amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang melatih sebanyak 272 masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka diberi pelatihan memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa masker dan hazmart.
Ratusan warga itu melakukan pelatihan di enam lembaga pelatihan khusus (LPK) binaan Disnakertrans Kabupaten Serang. Mereka mengikuti pelatihan selama 20 hari untuk memproduksi masker dan hazmart.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang R Setiawan mengatakan, melalui pelatihan tersebut berhasil memproduksi 119.040 APD. Terdiri dari 105.600 masker kain dan 13.440 hazmart. “Mereka dilatih selama 20 hari melalui enam LPK,” katanya.
Setiawan mengatakan, melalui pelatihan itu ada dua output yang dihasilkan. Yakni, keterampilan para peserta dan APD untuk disebarkan kepada masyarakat. “Sumber anggarannya berasal dari dana tak terduga Provinsi Banten,” ujarnya.
Pihaknya akan menyerahkan ribuan APD itu kepada Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang. Kemudian, Satgas akan membagikannya kepada masyarakat. “Kalau teknis pembagiannya kita serahkan kepada Satgas,” terangnya.
Dikatakan Setiawan, pihaknya sengaja memproduksi APD melalui pelatihan itu karena sesuai dengan masa saat ini yang sedang pandemi Covid-19. Sehingga, produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan tim medis.
Setelah dilakukan pelatihan, para peserta diberikan sertifikat tanda pernah mengikuti pelatihan jahit menjahit. Ia berharap ilmu dari pelatihan itu dapat diimplementasikan dengan melamar kerja atau membuat usaha sendiri.
Pelatihan ketenagakerjaan memang menjadi salah satu agenda rutinitas Disnakertrans Kabupaten Serang. Tujuannya, untuk memberikan skill kemampuan kepada masyarakat sehingga mampu bersaing di dunia industri. (Adv)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…