amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Distan Kabupaten Serang Produksi Beras Nutri Zinc

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berupaya melakukan inovasi dalam menurunkan dan mencegah kasus stunting di Kabupaten Serang. Salah satunya upaya Dinas Pertanian (Distan) dengan memproduksi Beras Nutri Zinc.

Kepala Distan Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menyebutkan, sejak tahun 2021 Dinas Pertanian ikut berupaya menurunkan stunting dengan produksi beras biofortifikasi, yaitu upaya meningkatkan kandungan gizi pada komoditi pangan dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

“Beras biofortifikasi diperoleh dari pemuliaan tanaman atau rekayasa genetic, sehingga komoditi tersebut memiliki kandungan zat gizi tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh manusia,” ujarnya Kamis, 16 Juni 2022.

Zaldi mencontohkan, misalnya beras dengan kandungan Fe (Ferrum) yang tinggi untuk mencegah anemia atau kandungan Zn (Zinc) dalam upaya mencegah kekerdilan atau stunting pada bayi dalam kandungan dan balita. Selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh buat para ibu pada saat pra kehamilan, atau pada saat kehamilan dan menyusui.

“Program beras biofortifikasi yang ditanam di Kabupaten Serang adalah Nutri Zinc yaitu padi dengan kandungan Zinc tinggi, dapat mencapai 35,41 PPM,” terangnya.

Dalam upaya mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting yang dicanangkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, lebih lanjut Zaldi menyebutkan, bahwa program beras biofortifikasi ditanam di wilayah-wilayah yang menjadi fokus stunting pada tahun 2022.

Di antaranya Desa Mongpok, Kecamatan Cikeusal ditanami 150 hektare varietas Nutri Zinc untuk pengembangan benih. “Kemudian untuk beras biofortifikasi 600 hektare di Kecamatan Padarincang, Cikande 170 hektare, Tunjung Teja 314 hektare, Kramatwatu 512 hektare, Ciruas 25 hektare dan di Kecamatan Tirtayasa seluas 378 hektare,” papar Zaldi.

Zaldi memastikan, pada panen di tahun 2021 dari sisi organoleptik rasa beras Nutri Zinc cukup enak dan pulen, hal yang wajar mengingat beras Nutri Zinc hasil persilangam beras IR yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat. “Produktivitas hasil setelah dilakukan ubinan mencapai 6 ton lebih per hectare,” ucapnya.

Zaldi berharap dari lembaga/instansi terkait dengan penanganan gizi buruk atau stunting dapat membeli panen beras biofortifikasi dari petani. “Selama ini petani menjual bebas beras Nutri zinc dengan harga umum beras di pasar atau masyarakat sekitar,” pesan Zaldi.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, asus stunting di Kabupaten Serang terus mengalami tren penurunan. Capaian tersebut merupakan kerja keras banyak pihak.

Tatu menyebutkan, kasus stunting di Banten berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2019 masih 24,11 persen, sedangkan di Kabupaten Serang 39,43 persen. “Kami termasuk wilayah yang menjadi prioritas program dari pusat dalam penurunan stunting, karena 2019 kasusnya diatas provinsi,” ujar Tatu. (adv)

admin

Recent Posts

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

1 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

1 minggu ago

Distan Banten Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Swadaya demi Pertanian Berkelanjutan

PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…

2 minggu ago

Nahkodai PBSI Pandeglang Periode 2026–2030, Muhamad Syahrul Siap Gali Potensi Atlet Daerah

PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…

2 minggu ago

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

4 minggu ago

Perawatan Rutin Pamsimas KKM Sehati, Warga Cikentrung Semakin Terjamin Akses Air Bersih

  PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…

1 bulan ago