DLH Kabupaten Serang Pastikan Tidak Ada Persoalan Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Sri Budi Prihasto dan sekretarisnya Yani Setia Maulida terus menjalankan fungsinya, yakni mengoptimalkan pengelolaan sampah serta melakukan pengawasan dan pengendalian lingkungan. Selama 2020, DLH sudah mampu mengelola sampah dan mengendalikan persoalan lingkungan dengan baik. Selain rutin melakukan pengangkutan sampah setiap harinya, DLH juga rutin melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi mencemari lingkungan. Meski tenaga pengawas terbatas, tidak menjadi alasan DLH melakukan pengawasan secara optimal.
“Untuk tenaga pengawas lingkungan ada sekitar lima orang, kita libatkan staf lainnya yang berkompeten untuk ikut dalam proses pengawasan agar hasilnya maksimal,” tutur Kepala DLH Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto.

Selain pangawasan, DLH Kabupaten Serang juga menerima masukan dan laporan dari masyarakat terkait pencemaran lingkungan di wilayah Kabupaten Serang. Selama ini dipastikan tidak ada persoalan lingkungan di Kabupaten Serang yang signifikan. “Alhamdulillah semuanya bisa diselesaikan dan dapat dikendalikan dengan baik,” tegas Budi.
DLH Kabupaten Serang terus berinovasi dalam pengendalian lingkungan. Salah satunya melalui program keragaman hayati, yakni program untuk melakukan konservasi lingkungan. “Kita lakukan penanaman pohon mangrove yang melibatkan pihak perusahaan,” katanya.
Bukan hanya pengawasan dan pengendalian lingkungan, DLH Kabupaten Serang juga terus mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang. Dengan jumlah armada yang terbatas yakni 48 armada, penanganan sampah terus dimaksimalkan. Setiap hari, petugas pengelolaan sampah beroperasi ke setiap kecamatan. Selain melakukan pelayanan retrisbusi, DLH juga tetap melakukan pengangkutan sampah liar. “Kita terus mengoptimalkan penanganan sampah ini, setiap hari petugas kita beroperasi,” ungkapnya.
Tidak hanya penanganan sampah dengan cara pengangkutan setiap hari, DLH Kabupaten Serang juga sudah mewacanakan penanganan sampah per zona. Yakni menempatkan mesin pengolah sampah di setiap zona. Meliputi zona barat, zona utara, zona selatan, dan zona utara “Tahun ini kita akan coba penanganan sampah dengan konsep alat simulator yang akan ditempatkan di beberapa titik,” terang Budi. (adv)






