amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Filsafat itu berasal dari kata “filosofi” dan “sofia”. Filos artinya Cinta dan sofia artinya kebijaksanaan. Jadi filsafat itu adalah cinta kebijaksanaan. Banyak pendapat para tokoh mengenai filsafat salah satunya Plato, yang mendefinisikan filsafat adalah pengetahuan yang berminat untuk mencapai pada kebenaran asli.
Dari beberapa pendapat para tokoh bisa disimpulkan bahwa filsafat adalah sebuah ilmu yang bisa membantu kita melihat apakah sesuatu itu benar, baik dan nyata.
Mengutip buku Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan oleh Edi Rohani (2019), filsafat bisa diartikan sebagai pandangan hidup seseorang atau kelompok yang merupakan konsep dasar dari kehidupan yang dicita-citakan.
Sedangkan sistem menurut Sri Rahayu dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2017) umumnya memiliki ciri suatu kesatuan bagian-bagian, saling berhubungan, saling ketergantungan, kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama, terjadi dalam suatu lingkungan yang komplek.
Pancasila sebagai sistem filsafat memenuhi tiga aspek yaitu, ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Ontologi adalah ilmu tentang “ada”, terkait dengan “ada”-nya Pancasila atau hakikat keberadaannya yang memberi jawab terhadap pertanyaan “apa” (what) dasar ontologis manusia pancasila pada hakekatnya adalah manusia Indonesia.
Epistemologi adalah ilmu tentang “cara berada”, terkait dengan bagaimana cara Pancasila berada, yang memberi jawab terhadap pertanyaan “bagaimana” (how) epistimologi pancasila adalah sumber dasar pengetahuan pancasila yang mana keberadaan pancasila ini dibangun penyederhanaan terhadap realita yang ada dalam masyarakat bangsa Indonesia yang heterogen, multikultur dan multietnik.
Aksiologi adalah ilmu tentang penerapan, aplikasi, manfaat atau kegunaan, terkait dengan penerapan nilainilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, memberi jawab atas pertanyaan “untuk apa” (for what).
Pancasila merupakan created value (nilai yang diciptakan) oleh manusia Indonesia, Ir. Soekarno menyatakan bahwa pancasila merupakan filsafat asli Indonesia karena diambil dari budaya dan tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (Hindu-Budha), Barat (Kristen) dan Arab (Islam). Pancasila adalah sistem filsafat yang merupakan dasar negara Indonesia. Pancasila terdiri dari lima prinsip yang merupakan cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh negara Indonesia.
Ke lima prinsip tersebut adalah: 1. Ketuhanan yang maha esa 2. kemanusiaan yang adil dan beradab 3. persatuan Indonesia 4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila merupakan sistem filsafat yang menjadi dasar negara Indonesia karena menjadi landasan bagi seluruh tindakan dan kebijakan pemerintah serta merupakan pijakan bagi seluruh warga negara Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pancasila juga menjadi sistem filsafat yang menjadi landasan dasar bagi seluruh ideologi, ajaran, dan sistem nilai yang ada di Indonesia.
Filosofi Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki beberapa prinsip yang merupakan landasan bagi seluruh tindakan dan kebijakan pemerintah serta merupakan pijakan bagi seluruh warga negara Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Prinsip-prinsip tersebut adalah:
1. Ketuhanan yang maha esa: prinsip ini menekankan bahwa Tuhan merupakan sumber dari segala sesuatu dan merupakan landasan bagi seluruh tindakan dan kebijakan manusia.
2. kemanusiaan yang adil dan beradab: prinsip ini menekankan pentingnya memperlakukan sesama dengan adil dan beradab serta menghargai hak asasi manusia.
3. persatuan Indonesia: prinsip ini menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan bersama.
4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan: prinsip ini menekankan pentingnya demokrasi dan pemerintahan yang bertanggung jawab kepada rakyat.
5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: prinsip ini menekankan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjamin bahwa setiap orang memperoleh hak-hak yang sama.
Filosofi Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki peran yang penting dalam membentuk sikap dan tindakan manusia serta menjadi landasan bagi seluruh ideologi, ajaran, dan sistem nilai yang ada di Indonesia.
Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan dasar negara Indonesia yang dicanangkan pada tanggal 1 Juni 1945 oleh Soekarno, seorang tokoh nasional Indonesia yang merupakan salah satu pemimpin Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pancasila merupakan gabungan dari beberapa pandangan filsafat yang ada di Indonesia, yaitu:
a. Pandangan filsafat Hindu-Buddha: yang menekankan pentingnya ketuhanan, keadilan, dan kemanusiaan.
b. Pandangan filsafat Islam: yang menekankan pentingnya keadilan sosial, persatuan, dan kerakyatan.
c. Pandangan filsafat Kristen: yang menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan.
Pandangan filsafat Nasionalisme: yang menekankan pentingnya persatuan Indonesia serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pancasila sebagai sistem filsafat tersebut kemudian diadopsi sebagai dasar negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai pengganti dari dasar negara yang sebelumnya, yaitu Piagam Jakarta. Selanjutnya, Pancasila kemudian dijadikan sebagai dasar negara Indonesia pada setiap perubahan konstitusi yang terjadi di Indonesia.
Ditulis Oleh:
Bayu Nugraha, Masalikul Anwar, Maulana Adi S, M.Nuryani, M.Ramdhani MS dalam Kelompok Kajian Pancasila Jurusan Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Bina Bangsa
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…