Sidak Kantor Kelurahan, Dewan Minta Data Gizi Buruk

Serang,- Menyikapi tingginya jumlah kasus Gizi Buruk di Kecamatan Kaseman, Anggota DPRD Kota Serang Dapil Kasemen, Fatihudin, Melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) ke Kelurahan Masjid Priyai, Kecamatan Kasemen untuk meminta data terkait jumlah kasus gizi buruk yang terjadi di kelurahan tersebut.
Fatihudin mengungkapkan, pihaknya merasa perihatin lantaran kecamatan tempat dirinya tingal yang juga menjadi daerah pemilihan dirinya, sering kali disebut sebagai kecamatan dengan kasus gizi buruk terbanyak di Kota Serang.
“Makanya, saat ini saya datangi Kelurahan Masjid Priyai dulu untuk menanyakan terkait dengan jumlahnya berapa sih sebenarnya. Karena kan Kasemen ini selalu disebut sebagai kecamatan paling banyak gizi buruk,” ujarnya kepada awak media seusai melakukan sidak, Kamis (5/3).
Menurut Fatihudin, Sidak yang dilakukan oleh nya merupakan sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap pengentasan kasus gizi buruk yang masih menjadi momok di ibukota Provinsi Banten.
“Meskipun saya bisa meminta datanya kepada Dinkes Kota Serang, tapi saya ingin tahu apakah pejabat yang ada juga menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat. Jangan sampai kelurahan tidak tahu berapa warganya yang menderita gizi buruk,” ucapnya.
Berdasarkan hasil penelusurannya dan juga pengakuan dari pihak kelurahan, di wilayah yang ia sidak tersebut masih ada satu kasus gizi buruk yang terjadi disana.
“Jadi kalau kata mereka, beberapa tahun ke belakang memang penderita gizi buruk mencapai 24 orang. Namun saat ini hanya tersisa satu penderita saja,” katanya.
Lebih lanjut, Fatihudin Mengatakan jika terdapat 28 warga di Kecamatan Kasemen yang masih menderita gizi buruk. Untuk itu, ia juga mengaku akan memberikan bantuan berupa satu peti telur bagi setiap penderita gizi buruk dan warga kurang mampu.
“Makan telur juga dapat membantu untuk mengatasi gizi buruk serta stunting. InsyaAllah satu penderita gizi buruk akan saya berikan satu peti telur. Begitu pula dengan warga kurang mampu juga, untuk mencegah stunting,” tandasnya. (Arr)









