amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang- Ketersediaan pangan di Kota Serang belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di kota Serang. Hal itu, karena Sumber Daya Manusia (SDM) tidak mampu mengelola keberadaan lumbung padi di Kota Serang.
Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Andriani menjelaskan, terdapat 11 lumbung padi yang tersebar di seluruh kecamatan di Kasemen, Walantaka, Curug, Serang, Taktakan, dan Cipocok Jaya . “Padahal keberadaannya itu untuk menyimpan gabah dan mengantisipasi kerawanan pangan, kinerjanya belum maksimal dari yang diharapkan. ” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (19/02/2020).
Amdriani menyesali, karena pengelola lumbung padi belum mengerti untuk mengatur padi secara baik. “Seperti, gabah yang baru berumur empat bulan sudah dijual, akhirnya beras kualitasnya menurun, dan harganya juga jadi turun,” ujarnya.
Padahal,pihaknya juga menerapkan sistem simpan pinjam gabah yang digunakan untuk masyarakat diperbolehkan meminjam gabah. Namun, banyak masyarakat yang belum mengembalikan pinjamannya. “Misalnya musim panen ada masalah didalam budidayanya, alhasil jadi panennya gagal. Ya seperti bencana, kekeringan, jadi petani tidak bisa mengembalikan pinjaman gabahnya. Memang banyak faktornya,” terangnya.
Padahal kata Andriani, bila sistem simpan pinjam dapat berjalan dengan baik, maka stok pangan atas terus bertambah, dan dapat mengatasi masalah kerawanan pangan di sekitar wilayah tersebut. “Tujuannya kan untuk meningkatkan stok gabah yang ada di masyarakat. Sehingga kelompok atau masyarakat dapat mudah mengakses kebutuhan pangan, terutama pada saat tidak musim panen,” tuturnya. (Arr)
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…