amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang minta Pemkot Serang agar keberadaan tempat pembuangan sampah rescue, reduce dan recycle (TPS 3R) seluruh kecamatan dapat difungsikan kembali. Pasalnya, program tersebut sudah menggunakan APBD sebanyak Rp 500 juta tidak berjalan.
Anggota komisi I DPRD Kota Serang Fatihudin mengatakan, saat ini seluruh kecamatan di Kota Serang memiliki satu bangunan TPS3R untuk mengatasi masalah sampah di Kota Serang. “Semua kecamatan itu ada TPS 3R. Kalau Kasemen, saya tahu itu ada di Priyai. Sayang kalau TPS tersebut menjadi mati karena tidak digunakan,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di gedung DPRD Kota Serang, Kamis (20/02/2020).
Fathudin mendorong, program yang menggunakan anggaran cukup besar tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak mubazir.
“Kalau saya tidak salah itu, biaya untuk satu TPS mulai dari bangunannya sampai alat-alatnya sekitar Rp500 juta. Nah jangan sampai ini menjadi mubazir karena tidak digunakan,” tuturnya.
Pria yang juga menjadi anggota panitia khusus (Pansus) Raperda pengelolaan sampah ini mengatakan, salah satu poin yang dibahas pada Raperda itu agar maksimal dalam pengelolaan TPS 3R.
“Memang salah satu poin yang kami bahas adalah mengenai TPS 3R ini. Sehingga kami harap, dengan adanya Raperda Pengelolaan Sampah itu, TPS 3R dapat benar-benar berfungsi maksimal,” ucapnya.
Lebih lanjut Fathudin meminta agar masyarakat dapat mendukung program pemerintah dalam hal kebersihan itu. Minimal, lanjut Fatihudin, masyarakat dapat dengan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kesadaran masyarakat itu ingin agar jangan sampai mereka membudayakan buang sampah sembarangan. Kalau di Surabaya itu buang sampah sembaramgan bisa dipidana. Kalau kami kan masih belum setega itu,” katanya. (Arr)
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…