amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Warga Lingkungan Kesuren, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang digegerkan dengan kemunculan seekor babi hutan yang masuk pemukiman. Babi tersebut diduga berasal dari areal perkebunan yang terletak jauh dari pemukiman warga.
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat seorang warga yang diketahui bernama Rido tengah berhadapan dengan Babi hutan yang ada di pemukiman mereka.
Kemunculan Babi itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Wawan yang saat itu tengah bekerja menjaga depot isi ulang.
“Saat itu saja sedang jaga di situ, tiba-tiba ada Babi didepan rumah warga. Sontak saya teriak kan, Babi, Babi, Babi. Warga langsung keluar semua,” katanya saat ditemui di depan rumahnya, Selasa (11/1/2021).
Setelah warga berkumpul, Babi itu pun kemudian lari ke salah satu gang yang ada di perkampungan mereka.
“Dia lari ke sana, tapi karena gang itu buntu, Babi itu kemudian berbalik arah dan mau menyeruduk warga yang lagi ngepung dia,” katnya.
Ia mengatakan jika ukuran Babi yang masuk ke perkampungan mereka sangat besar sekali. Warga pun yang hendak menangkap mengalami kesulitan lantaran menggunakan peralatan seadanya.
“Segede kambing yang biasa dipake buat qurban. Warga nangkapnya pake peralatan seadanya,” katanya.
Bahkan, lanjut Wawan, ada salah satu warga yang terluka akibat ulah Babi hutan tersebut. “Temen saya tangannya robek akibat kena taring Babi itu,” imbuhnya.
Sementara itu, warga lainnya Nuni Nurhanah mengaku merasa aneh dengan kemunculan Babi di tengah perkampungan mereka.
Pasalnya, di areal perkampungan mereka jauh dari hutan ataupun perkebunan. “Daerah sini kan hanya dikelilingi oleh sawah-sawah warga saja” katanya.
Lebih lanjut ia meminta kepada pihak terkait untuk menyelidiki kasus kemunculan Babi itu agar warga perkampungan mereka tidak khawatir lagi.
“Takutnya kan masih ada Babi lainnya. Kan bahaya juga buat warga apalagi anak-anak,” tandasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…