amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
CILEGON – Menjelang bulan Ramadhan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Cilegon semakin banyak. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya.
Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Irma Syafiyanti menjelaskan, para pengemis tersebut sebagian besar adalah anak di bawah umur. Beberapa dari mereka ada yang berasal dari luar daerah.
“Angka pastinya saya lihat dulu tapi jumlahnya itu bisa dua kali lipat dan kebanyakan juga datang dari luar daerah. Kalau asli Cilegon paling puluhan saja. Termasuk juga yang di bawah umur,” katanya, Senin (12/4/2021)
Irma menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon untuk melakukan penertiban. Hal itu karena keberadaan para gepeng meresahkan. Bahkan, bisa membahayakan pengendara dan gepeng itu sendiri jika beraktivitas di jalanan.
“Ya untuk penertiban itu di Satpol PP. Kami hanya akan memberikan arahan. Sebab, aktivitas itu berbahaya jika di jalan,” imbuhnya.
Irma menegaskan, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyalurkan sedekah kepada gepeng di jalan. Jika ingin bersedekah maka sebaiknya disalurkan ke yayasan dan lembaga penyalur resmi. Hal itu agar bisa tepat sasaran.
“Kami selalu meminta agar disalurkan lewat lembaga dan yayasan resmi. Sebab, di sana juga ada anak-anak asuh yang lebih berhak,” tegasnya. (nji)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…