amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berencana akan membatasi pelayanan publik maksimal hanya berkapasitas 25 persen. Hal itu, dilakukanya guna minimalisir penyerbaran covid-19 di Banten.
“(Pelayanan) Kita 25 persen sekarang, saya sudah membuat surat edaran yang tadinya 50 persen sekarang 25 persen. Bila perlu ditutup jika menghawatirkan untuk keselamatan pegawai,” katanya, Rabu (23/06/2021).
Menurut WH,saat ini pelayanan publik sudah menggunakan sistem online,sehingga tidak perlu lagi untuk datang ke lokasi. “Pelayanan satu atap itu kan sudah online cukup klik dari rumah tidak perlu ketemu,” ujarnya.
Dia menilai, peningkatan kasus Covid-19 karena masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah.”Belum membudaya, belum menjadi kebiasaan memakai masker,” ujarnya.
WH menerangkan, masyarakat mulai bosan dengan situasi Covid-19 sehingga mulai mengabaikan disiplin protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari. “Bagaimana mau efektif penanganan pandemi corona bila kasus Covid-19 tidak pernah turun, bahkan saat ini Banten berada difase darurat Covid-19,” kata WH.
Dia juga menegaskan, masyarakat untuk meniadakan kegiatan yang mengundang kerumunan termasuk acara pernikahan.
“Dilarang ada kegiatan, Ya harus ada izin,” ucapnya. (Nji/red)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…