amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Ternyata banyak sekali kebiasaan-kebiasaan yang sering kita lakukan yang dapat memicu terjadinya gigi sensitif. Kebiasaan tersebut ternyata sering kita lakukan ketika kita sedang merawat gigi kita yakni ketika menyikat gigi.
Dilansir dari detikHealth, gigi sensitive sendiri terjadi dikarenakan terbukanya lapisan gigi terluar yang disebut email. Sehingga reseptor pencetus gigi terasa ngilu cepat sampai pada bagian gigi paling dalam, yaitu pulpa tempat pembuluh darah dan saraf.
Menurut dokter spesialis konservasi gigi dari RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, drg Tara Pratitha, SpKG mengatakan bahwa ada beberapa penyebab lapisan email bisa terbuka sehingga terjadi gigi sensitif, yaitu dikarenakan suatu penyakit maupun tidak.
“Penyebab gigi sensitif itu pertama ada lubang (penyakit). Kalau bukan karena penyakit misalnya terbukanya si email gigi karena pengikisan berkali-kali, misalnya giginya suka dikretek-kretek. Itu nanti permukaan emailnya terbuka itu menyebabkan atresi, giginya aus, jadi bikin ngilu juga,” jelasnya.
Gigi sensitif juga bisa terjadi karena abrasi yang terjadi karena menyikat gigi terlalu kencang. Saat menyikat gigi terlalu kencang bisa menyebabkan adanya cekungan pada bagian tengah gigi karena emailnya terbuka.
Selain itu, menyikat gigi terlalu kencang, memakai bulu sikat gigi yang cukup keras, dan kesalahan menyikat gigi juga bisa menyebabkan resesi atau gusi turun. Hal ini juga dapat menimbulkan rasa ngilu.
“Kalau gerakan yang bisa bikin resesi atau gusi turun biasanya gerakannya nyamping horizontal atau atas bawah kekencengan, karena itu nggak bisa dikontrol kan,” imbuhnya.
Trauma yang menyebabkan gigi menjadi retak atau patah juga bisa memunculkan rasa ngilu sehingga gigi menjadi sangat sensitif, terutama jika menemui pencetusnya, seperti minum es atau makan makanan manis dan asam.
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…