Kecewa Tak Ditemui Kadinsos, Aksi Mahasiswa Berakhir Ricuh

Serang,- Aksi demosntrasi yang dilaksanakan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Mahasiswa Terdepan Peduli (Pandemi) di Halaman kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang berakhir Ricuh. Hal tersebut lantaran mahasiswa merasa ditupu oleh pejabat Dinsos karena tak kunjung ditemui oleh Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Moch. Poppy Nopriadi, Jum’at (12/06/20).
Diketahui, sebelumnya perwakilan Masa aksi diajak masuk ke ruang rapat untuk melakukan audiensi. Lantaran tidak ada kepala Dinsos, mahasiswa pun menolak dan melanjutkan orasinya. Namun setelah dijanjikan akan ditemui Kadinsos, mahasiswa pun bersedia melakukan dialog denga Plt, Sekdis Dinsos dan juga Kabid Pemberdayaan Sosial, Bakraini.
Dialog pun sempat terjadi antara mahasiswa dan juga pejabat dinsos dalam audiensi tersebut. Lantaran tidak mendapatkan jawaban yang kongkret mengenai alasan kenapa Dinsos mengutus LSM untuk menghadapi mahasiswa sehari sebelumnya, mahasiswa pun terus mendesak Plt Sekdis dan juga Kabid Pemberdayaan Sosial untuk segera hadir ke ruangan tersebut. Namun, setelah lebih dari satu jam berdialog, orang yang ditunggu pun tak kunjung datang dan sontak memantik kekecewaan dan kemarahan Mahasiswa.
Tidak terima diperlakukan seperti itu, perwakilan masa aksi yang melakukan audiensi kemudian kembali ke halaman kantor dinsos untuk melanjutkan aksinya. Kericuhan pun tidak dapat di hindarkan saat polisi menghadang masa aksi mencoba yang mencoba merangsek masuk ke ruang rapat. Cekcok pun terjadi antara mahasiswa dan juga aparat penegak hukum. “Jangan Sampai mahasiswa yang di adukan dengan aparat kepolisian. Ini adalah bentuk kesalahan dari dinas sosial,” ujar salah satu masa aksi mencoba menenangkan ketegangan yang terjadi.
Slah satu perwakilan masa aksi, Iman Zamsani juga mengatakan jika permasalahan tersebut sebenarnya akan cepat selesai andi saja kepala dinas sosial datang menemui mahasiswa untuk meminta maaf.
“Permasalahan ini sebenarnya gampang, jika ingin segera selesia, kita meminta agar bapak kadis untuk datang dan meminta maaf. Itu sudah selesai kita akan membubarkan diri,” katanya dengan nada teriak.
Zamsani juga mengatakan, kericuhan yang terjadi merupakan buntut dari kekecewaan mahasiswa lantaran ketidak hadiran Kadinsos untuk menyampaikan permohonan maaf kejadian audiensi yang dilakukan sebelumnya. “Jika pak kadis datang ini akan selesai, tidak ada bentrok, tidak ada yang luka, tidak ada tendang menendang seperti tadi,” tandasnya.
Aksipun berlanjut hingga pukul 17.45 WIB tanpa dihadiri Kadinsos kota serang. Masa aksi kemudian membubarkan diri dan mengaku akan melaksanakan aksi kembali. (Arr)






