Kementrian Perindustrian Jalin Kerjasama dengan Pondok Pesantren

Tangerang,- Kementrian Perindustrian Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan pondok pesatren (Ponpes) yang ada di Indonesia guna menumbuhkan wirausaha baru di Indonesia. Hal tersebut diwujudkan dengan kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru industri kecil menengah (IKM) Berbasis Pondok Pesantren yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Selasa (18/02/20).
Direktur Jenderal industri kecil menengah dan anrka (IKMA), Gati Wibawaningsih mengungkapkan, santri yang berkehidupan dilembaga pesantren dengan modal moral dan pendidikan agama Islam juga harus memiliki jiwa Wirausaha.
“Karena untuk menjadi seorang wirausaha ia harus taat dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa. Santri soal ketaatan tidak diragukan lagi, sudah jelas menjadi amaliah kesehariannya,” katanya.
Wibawaningsih mengungkapkan, selama ini sudah ada 47 Pesantren di Indonesia yang mau bekerjasama untuk mengembangkan wirausaha.
“Di Banten sendiri, ini merupakan program perdana pada tahun 2020,” imbuhnya.
Pimpinan pondok pesantern Al-Fathaniyah, KH. Matin Syarkowi mengungkapkan, pelatihan yang dialamatkan untuk santri dinilai sangay tepat sasaran. Hal tersebut karena memang santri dididik untuk hidup mandiri.
“Sejak saya masih dalam kandungan, ibu saya sudah memproduksi roti untuk dipasarkan dimasyarakat serta menjadi konsumsi dipesantren. Lalu, Ketika dari pihak pemerintah mengajak kerjasama untuk menumbuhkan wirausaha santri dibidang roti, saya apresiasi,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu peserta bimbingan teknis program penumbuhan wirausaha baru, Taufik Hidayat mengatakan, dengan adanya pemberdayaan wirausaha baru dalam konsentrasi produksi roti yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Dirjen IKMA merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu beserta follow up untuk pembinaannya sampai kita benar-benar mahir.
“Disisi lain, karena memang ini menjadi kebutuhan yang paling fundamental untuk menatap masa depan yang cerah, karena sejatinya menjadi santri bisa menjadi apa saja, dengan tidak meninggalkan kewajibannya untuk ngaji atau belajar tentu harus ada kemampuan wiraswasta diantaranya. Guna mengembangkan skill yang harus terus diasah,” paparnya.
Diketahui, di Banten sendiri terdapat tiga Pesantren yang memiliki lebih dari 250 Santri diantaranya, Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Pondok Pesantren Madinatunnajah dan Pondok Pesantren Riyadul Jannah. (Arr)









