amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
JAKARTA – Kenaikan tarif kargo di Bandara Soekarno-Hatta diprotes oleh Pengurus Asosiasi Logistik dan Forwaders Indonesia (ALFI ) cabang Jakarta.
Mereka telah berkirim surat ke Kementerian Perhubungan terkait penolakan kenaikan tarif yang dikenakan kepada mereka oleh para pengelola gudang yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) 2 di terminal Soekarno-Hatta. Namun surat tersebut belum mendapat tanggapan dari Kementerian Perhubungan.
Sedang para pengelola gudang mengaku tidak pernah melakukan kenaikan tarif, melainkan hanya menambahkan surcharge rata-rata sekitar Rp 4OO per kilo. Hal itu mereka lakukan sebagai dampak ada pengenaan biaya baru dari AP2 yang dinamakan renewal fee tiap per meter persegi.
Ketua Umum ALFI Adil Karim, mengungkapkan, assosiasinya memang menerima pemberithuan adanya kenaikan tarif logistik dan pos internasional rata-rata 25 persen.
“Selain adanya kenaikan tersebut, sejak Mei 2021 ada komponen tarif baru, yaitu Airport Surcharge sebesar Rp 450/kg,” tandas Adil.
Menurut Adil Karim, di masa pandemi ini AP2 sebagai pengelola Bandara Udara Soekarno-Hatta seharusnya tidak menaikkan tarif. Dalam situasi perekonomian masih menurun akibat pandemi, AP2 diminta Adil jangan menaikan tarif. “Seharusnya malah memberikan diskon,” tegasnya.
Sebagai BUMN, kata Adil, idealnya AP2 bertindak sebagai agen pembangunan, memberikan layanan publik yang terbaik, bukan menaikkan tarif dan membuat komponen tarif secara sepihak.
Menurut Adil, jika kenaikan ini terus berlangsung, selain beban anggotanya yang berjumlah sekitar 300 perusahaan bertambah tinggi dan mereka harus menalangi kekurangan dari tarif, sehingga mengganggu likuditas perusahan, pada akhirnya juga akan memperlemah daya saing ekspor Indonesia melalui udara.
Adil mengungkapkan pula, kendala yang dihadapi anggota ALFI cukup serius, yakni terbatasnya jalur penerbangan akibat berkurangnya pesawat, mengingat pengiriman barang melalui udara di Indonesia masih mengandalkan pesawat penumpang, bukan pesawat khusus pengangkut kargo (freighter).
Sebelumnya di Bandara Soekarno Hatta cargo lebih banyak diangkut dengan pesawat penumpang, tapi kini berbalik. Akibat pandemi covid-19 pesawat penumpang melorot jauh dari rata-rata, sehiingga justru pesawat cargolah yang malah jadi andalan pengangkutan barang. Ada kenaikan barang sekitar 20-25 persen yang dibewa pesawat cargo.
Dari data yang ada menunjukkan, traffic pergerakan penumpang di bandara Soekarno-Hatta selama diberlakunya PPKM per hari baru berkisar 20 – 25 ribu penumpang. Setelah pandemi covid-19, tetapi sebelum diberlakukanya PPKM, pergerakan penunpang masih 50 – 6O ribuan orang.
Sebaliknya pihak AP2 bersikeras tidak pernah menaikan dan mengubah sistem tarif sewa. VP Komunikasi Korporat AP2, Yado Yarismano menjelaskan, pihaknya hanya melalukan cost leadership dengan melakukan efisiensi. Misalnya, selama pandemi AP 2 hanya mengoperasional terminal 2 dan 3 Bandara Soekarno Hatta.
“Yang dapat kami sampaikan, kami tidak ada mengeluarkan tarif Airport Surcharge atau Contribution seperti yang ada dalam surat (ALFI) tersebut. Padahal sewaktu normal jumlah traficnya mencapai 150 ribu – 180 ribu per hari,” kata Yado.
Yado menerangkan, kenaikan biaya dari AP2 mencakup dua kompenen, yaitu pertama revenue share, dan kedua perhitungan MOB (minimun omzet broto) menjadi rata-rata Rp 6OOan tiap meter persegi. Akibat kenaikan ini, dalam perhitungan para pengelola gudang mengakibatkan pembayaran yang harus ditanggung penyewa gudang atau operator ke AP2 dari komponen ini saja melonjak menjadi naik 300 persen.
Itulah sebabnya untuk mempertahankan dari defisit operasional, dan tidak tekor terus menerus, para pengelola gudang di kawasan Soeharto – Hatta mengaku mengenakan penyesuaian tarif itu kepada para pengusaha Cargo dan forwaders. Jika langkah itu tidak mereka lakukan, mereka mengaku kemungkinan bakal gulung tikar. (red)
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…