amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Seorang pria berusia 51 tahun bernama Beidillah asal Lingkungan Kebanyakan, RT 01 RW 01, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang menciptakan jam berukuran raksasa yakni dengan diameter 2×2 meter.
Uniknya, jam berbentuk unik tersebut dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di lingkungannya, seperti kayu, styrofoam, pelastik serta beberapa potong besi dan kawat.
Berdasarkan pantauan, Baedilah ternyata bukan hanya membuat jam raksaksa saja. Untuk mengisi waktu luangnya, ia juga membuat beberapa kerajinan seperti uang rupiah berukuran sekitar setengah meter, cincin berukuran setengah meter, lukisan-lukisan indah dan lain sebagainya.
Bedillah menjelaskan, mulanya ia hendak membuat jam raksasa tersebut hanya dari styrofoam saja. Namun karena khawatir dengan kekuatannya, ia pun memutuskan untuk menggunakan batang-barang bekas yang ada di lingkungannya untuk membuat jam itu.
“Iseng-iseng aja, saya kan suka ngoprek-ngoprek bikin apa gitu, sekedar hobi ajah, yaudah saya bikin jam. Awalnya saya mau buat jam itu dari busa, cuma nanti khawatir kena benturan atau apa namanya busa pasti patah, terus saya kasih kayu untuk penyangga-penyangganya. Kebanyakan barang bekas, yang beli paling triplek doang,”katanya saat ditemui di kediamannya, Rabu (11/8/2021).
Ia menjelaskan, pembuatan jam sendiri cukum memakan waktu yang panjang. Hal tersebut lantaran pengerjaannya yang dilakukan ketika waktu luang saja.
“Prosesnya lumayan lama sih, soalnya saya juga engga fokus, hanya sekedar kalo ada waktu luang aja, namanya juga iseng, ada sekitar 6 bulananmah bikinnya,” terangnya.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa keruitan yang didapat ketika pengerjaan jam itu. Hal tersebut lantaran pembuatannya yang dilakukan secara autodidak dan hanya dilakukan oleh seorang diri.
“Jadi yang rumit itu ketika pembuatan geriginya kan, harus menyesuaikan dengan jam aslinya, tidak boleh asal-asalan. Karena kalau cuman asal muter aja kan nanti engga bakalan sesuai jam nya. Jadi itu yang rumit nyari rumusnya,” tandasnya. (Arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…