amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
TANGGERANG – Salah satu komunitas masyarakat di Kota Tangerang melakukan kreasi yang unik. Mereka merubah paralon menjadi lampion yang menarik.
Komunitas itu bernama Hijrah Art, sebagai wadah untuk mengasah kreativitas pemuda di sekitar Kampung Sawah Dalam RT 07, RW 04 Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tanggerang.
“Awalnya di kampung ini tuh, anak-anaknya cuma nongkrong – nongkrong gak jelas, di bulan Desember 2019, kami ada ide untuk buat suatu hal yang bermanfaat dan kebetulan media paralon ini yang cocok untuk kami jadikan prakarya,” kata Pengurus Hijrah Art, Windarto, Selasa (2/2/2021).
Sejak awal didirikan, produk hasil komunitas Hijrah Art telah dipasarkan ke berbagai kota, seperti, Sukabumi, Lampung, hingga Palembang, dengan harga mulai 100 ribu hingga 150 ribu rupiah. “Untuk harga sesuai tingkat kesulitan ya, yang paling sulit tuh seperti detail burung, kaligrafi hingga wayang,” lanjutnya.
Kini, komun
itas Hijrah Art juga mengembangkan kreativitasnya dengan mendandani kampung sekitar untuk menjadi kampung tematik yang asri dengan budidaya Ikan Nila. “Kebetulan saat pak lurah dan pak camat datang, ternyata beliau meminta kami membuat kampung tematik, sekarang lagi tahap perapihan di sini ada empang kami isi dengan budidaya ikan nilai,” jelasnya.
Salah satu pemuda yang ikut bergabung di Hijrah Art, Pari Iskandar, mengaku, dengan adanya komunitas ini dirinya bisa menyalurkan hobi dan mendapatkan uang tambahan.
“Kalo saya emang dari dulu suka seni ya, kaya melukis. Cuma di komunitas ini ada tantangan baru yaitu kami melukis dan mengukir di atas peralon. Ya alhamdulillah, bisa menyalurkan hobi dan bisa dapat uang untuk jajan sehari-hari,” pungkasnya. (Gus)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…