amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Bencana Banjir yang menimpa wilayah Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Komisariat Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menilai, terjadi karena minimnya pengawasan pemerintah terkait pembalakan liar dan penggundulan lahan yang terjadi dikawasan Kabupaten Lebak.
Anggota Kumala Komisarian UNIBA Arip Firmansah mengatakan, peran pemerintah pusat dan daerah karena maraknya kasus penggundulan hutan di Lebak.
“Statemen bu Iti kemarin mengatakan bahwa kawasan Gunung Halimun Salak bukan wewenangnya, kami hanya menanyakan apakah pemerintah daerah dan pusat melakukan komunikasi yang baik terkait pengawasan wilayah tersebut,” katanya.
Arip menyampaikan, saat ini memang Lebak tengah menggalakkan wisata alam. Namun, pemerintah daerah masih belum maksimal dalam memperhatikan lingkungan. “Pemerintah lupa tentang menjaga kondisi alam itu sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Heri Rahmat, kasus pembalakan liar dan penggundulan lahan sudah lama terjadi di Lebak. Pihaknya mengaku telah melakukan pengawasan semaksimal mungkin, namun tetap saja ada oknum yang malakukan kejahatan lingkungan.
“Kami telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengawasan dengan pihak berwajib, namun tetap saja oknum pembalakan salalu kesitu lagi,” katanya.
Heri berharap, seluruh pihak juga turut membantu dan memiliki kesadaran konservasi dalam menjaga hutan. “Saya harap kedepan kita saling dukung lah, agar masyarakat adat tidak ikut tergerus dalam menjaga hutan, saya optimis kalau masih ada masyarakat adat hutan kita pasti dijaga dengan baik,” ujar Heri. (Nji)
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…