amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
LEBAK – Warga Desa Sajira Mekar keluhkan bantuan Pemda Lebak terkait Alat berat untuk membersihkan Puing pasca banjir awal tahun lalu. Lantaran belum ada alat berat yang datang untuk memperbaiki kawasan tersebut.
Salah satu warga Kampung Sajira Timur, Jajang Nurjaman mengatakan alat berat seperti eskavator dan dumb truck masih belum masuk ke wilayahnya sampai hari ini. “Belum ada, padahal akses memungkinkan masuk kesini, tapi belum ada aja,” kata Jajang, Senin (6/1/2020).
Akibatnya lanjut jajang, proses pembersihan puing serta lumpur masih terbilang lambat. “Kalo hanya mengandalkan losbak losbak milik warga itu lambat, buktinya sampai hari ini paling hanya dikisaran 20 persen saja sampah, puing dan lumpur terangkut,” sambungnya.
Jajang mengungkapkan, tanpa adanya bantuan alat berat proses pembersihan akan memakan waktu cukup lama bahkan akan memakan waktu berbulan bulan. “Sekarang kalau hanya mengandalkan tenanga, masyarakat juga kan kelelahan, tenaga banyak yang terkuras, dan itu memang wajar sebab sampah puing serta lumpur lumayan banyak sekali,” imbuhnya.
Jajang mengatakan bantuan oprasional seperti dumb truck dari pemerintah amat lambat, padahal masyarakat sangat membutuhkan itu. “Pemerintah harusnya mampuh memetakan mana wilayah terdampak dan tidak, kalo itu terpetakan kan mudah daerah mana saja yang harus di kasih alat alat tersebut, kalo pemda tidak punya alat itu kan bisa minta bantuan ke pemprov atau sekalian ke pusat,” kata jajang.
Ia berharap pemerintah agar segera melakukan tindakan, dirinya juga sempat meminta agar media bisa membantu menyebarkan informasi tersebut agar pemerintah baik daerah, provinsi bahkan pusat bisa mengetahuinya. “Mungkin sih mereka belu tau kekurangan apa saja yang dibutuhkan para terdampaak, ya semoga lewat media terbantu untuk mengabarkan dan segera bereaksi,” pungkasnya. (nji)
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…