amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Pandeglang | Tati (66), warga kampung Bungur Geude, desa Curugciung, kecamatan Cikeusik, kab. Pandeglang , Tinggal di sebuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) seorang diri.( 22/12/2019)
Kegiatan Tati setiap harinya mengumpulkan kayu bahan bakar untuk di jual ke masyarakat. Kayu yang ia jual kepada masyarakat tersebut biasanya hanya di hargai dengan harga 3000 rupiah. Uang tersebut adalah hasil setiap harinya.
Saat di temui tim media Digdaya, kondisi Tati sedang kurang sehat. Dalam kondisi seperti itu pun, Tati harus bekerja mencari kayu bahan bakar agar bisa makan. Terkadang, jika kayu bakar tersebut tidak ada yang membeli, ia rela berpuasa untuk menahan laparnya. Pada usia lanjutnya, ia harus bekerja keras untuk menyambung hidup.
Ia berharap, ada uluran tangan dari relawan ataupun pemerintah. “ibu berharap ada bantuan dan yang memperbaiki rumah ibu, dari hamba Allah atau pemerintah,” katanya.
Selain itu, ketua Rukun Tetangga (RT) kampung Bungur Geude, Rusdi mengungkapkan, sangat prihatin akan kondisi rumah ibu Tati. Bahkan jika melihat kondisi kesehatannya saat ini pun, sangat memprihatinkan. Warga setempat hanya bisa membantu alakadarnya. “saya selaku RT di sini, sangat prihatin melihat kondisi rumah ibu Tati, kami selaku warga di sini hanya bisa membantu seadanya,” ungkapnya. (ahmad)
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…