amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Tangsel- Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie membacakan puisi Khalil Gibran yang berjudul Aku Bukanlah Anakmu. Aksinya tersebut dilakukan pada saat Pagelaran Sastra Semesta 4 yang digelar di Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI), Jl. Merpati Raya 33, Sawah Baru, Minggu (23/02).
Menurut benyamin, seni dapat melenturkan kakunya birokrasi di Pemerintahan Kota Tangsel. Ia pun mengajak Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk turut belajar dari seni agar birokrasi tidak terkesan di sekat0sekat. “Pegawai Negeri Sipil terkesan kaku dalam melayani masyarakat, oleh sebab itulah perlu dihaluskan dengan seni” ujar Benyamin.
Menurut Benyamin kakunya para PNS ini karena terlalu terkungkung dengan kultur birokrasi dan ketidak mampuan menembus aturan.
“Mereka kehilangan ruang hati untuk berfikir dengan hati dan perasaan kan berfikir tidak melulu dengan kepala, tetapi juga dengan hati agar kita tidak terlalu kaku,” tambahnya.
Benyamin menceritakan bahwa pihaknya sering mengajak PNS di lingkungannya untuk mengasah kepekaan nurani, dan meningkatkan etos kerja dalam melayani masyarakat, dengan mengadakan training ESQ bersama Ary Ginanjar, Rumah Perubahan Rhenal Khasali dan Markplus Hermawan Kertajaya.
“Saat di training mereka sadar dan nangis-nangis, tetapi setelah keluar ruangan balik lagi kaku seperti semula,”.
Melalui senilah Benyamin berharap mampu mengasah kepekaan PNS dalam melayani masyarakat. Karena seni itu halus dan mudah menyentuh perasaan seseorang.
“Saya akan mengajak PNS untuk datang dan ikut menggairahkan dunia kesenian di Tangsel. Anggaran untuk kesenian ini sudah ada dari lama, hanya saja selama ini habis untuk acara yang sifatnya seremoni, belum menyentuh kepada substansinya , yaitu memperhalus watak manusia,” tutup Benyamin sebelum Ia membacakan puisi Khalil Gibran yang berjudul “Aku Bukanlah Anakmu”. (MI/ RIT)
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…