amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Sejumlah organisasi mahasiswa mengaku kecewa atas pernyataan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Banten karena terkesan mendukung Gubernur Banten Wahidin Halim soal kisruh dengan buruh.
Juni Akbar Alfirman Sekjend Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Cabang Serang, lontarkan kekecewaannya terhadap beberapa orang yang menyebutkan dirinya sebagai mahasiswa dari BEM Nusantara perwakilan Banten.
“Klaim perwakilan mahasiswa tapi ko lindungi marwah penguasa yang jelas-jelas sudah menghina kaum buruh, yang sampai saat ini sudah menjadi motor pergerakan” katanya, Minggu (26/12/2021).
Pasalnya menurut Juni bahwa steatmen yang dicetuskan oleh BEM Nusantara Perwakilan Banten perihal menghina marwah pimpinan Gubernur Banten, justru menurutnya merekalah yang sudah melecehkan marwah mahasiswa sendiri.
“gak nampak batang hidungnya ketika Gubernur mengeluarkan steatmen yang jelas-jelas melukai hati buruh, eh malah pas nongol ada diketek penguasa. Ini yang malah menghina marwah pergerakan, yang seharusnya mereka ikut berjibaku dengan buruh menuntut keadilan,” kata Juni.
Menurut Juni responitas buruh untuk masuk kedalam gedung Gubernur adalah sebagai bentuk kekecewaan rakyat pada pemimpinnya. “Lah itu kan bentuk responitas buruh, mereka kecewa kepada pemimpinnya. Mereka sudah aksi berjilid-jilid untuk meminta menaikan upah, eh gubernur malah keluarkan steatmen yang melukai hati buruh,” imbuhnya.
Juni juga mengakui bahwa tindakan beberapa oknum buruh tidak dibenarkan, akan tetapi kata Juni itu sudah menjadi konsekuensi pejabat daerah yang tak berani tampil didepan masyarakat saat ada masalah.
“Memang kurang tepat, tapi itu udah konsekuensi Gubernur toh, wong dia gak berani unjuk gigi didepan para buruh. Jika dibilang sibuk toh mereka sudah melakukan aksi terus-terusan kok, kenapa gak ditemuin?,” ucapnya.
Mantan Ketua Bidang Advokasi SWOT UIN SMH Banten ini juga mengatakan bahwa dirinya siap menjadi orang pertama yang memboikot BEM Nusantara perwakilan Banten. “Boikot aja udah,” ujar Juni.
Senada dengan Sekjend SWOT Kota Serang, Ketua Umum Pusat Gerakan Mahasiswa Kabupaten Tangerang (Gemakata) Muhamad Halabi mengatakan bahwa tindakan WH-Andika sudah terbilang pengecut, pasalnya tak berani muncul dihadapan para buruh dan mempertanggung jawabkan omongannya.
“WH-Andika pengecut, kata yang cocok dinobatkan pada gubernur Banten dan wakilnya” ucap Halabi.
Menurutnya, WH-Andika tidak mencerminkan sosok pemimpin yang bertanggung jawab, sebab tak mampu mejawab persoalan-persoalan buruh namun malah menghilang dan terkesan memiliki kesalahan.
“Sangat tidak mencerminkan pemimpin yang bertanggung jawab, seharusnya apapun yang menjadi masalah di Banten harus dihadapi, ajak duduk bersama!!, Bukan malah ngumpet dan terkesan punya salah,” pungkas Halabi
Diketahui, sebelumnya terdapat video yang beredar mengenai beberapa orang yang mengklaim dirinya mahasiswa dari BEM Nusantara perwakilan Banten. Mereka mengadakan konferensi pers persoalan aksi buruh yang telah menduduki kantor Gubernur Banten pada tanggal 22 Desember 2021.
Adapun pernyataan sikapnya sebagai berikut :
1. 1. Mengutuk secara keras dan mengecam tindakan arogansi oknum buruh yang melakukan aksi dengan memasuki kantor gubernur Banten dengan berujung tindakan anarkis dan merusak fasilitas negara.
2. Kami perihatin atas hilangnya Marwah Pemerintah Provinsi Banten akibat aksi anarkisme dan arogansi oknum buruh sehingga menciptakan polarisasi di masyarakat.
3. Kami sangat menyayangkan pihak keamanan yang dilakukan oleh Polda Banten terkait pengendalian massa, dan kami BEM Nusantara Provinsi Banten mendesak Polda Banten untuk menindak tegas dan menangkap oknum buruh yang melakukan tindakan anarkisme.
4. Apabila pihak Polda Banten tidak segera menangkap oknum pendemo anarkis, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran di halaman Polda Banten.
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…