Mahasiswa Sorot Kegiatan Luar Daerah DPRD Kota Serang

Serang,– DPRD Kota Serang hari ini melakukan pembahasan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) semester pertama APBD tahun anggaran 2020 dan Prognosis enam bulan kedepan bersama Pemkot Serang di salah satu hotel di Jakarta. Kegiatan itu mendaparkan kritikan dari mahasiswa mengingat masih suasana pandemi Covid-19.
Hal tersebut juga dinilai menyinggung perasaan warga Kota Serang. Sebab pembahasan LRA dan Prognosis di luar daerah tersebut dinilai menghamburkan anggaran yang semestinya dapat dihemat oleh pemerintah daerah untuk membantu masyarakat di tengah kondisi pandemi saat ini.
Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Serang, Muhammad Izqi Kahfi mengatakan, Pemkot Serang seharusnya sadar bahwa pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum hilang. Anehnya, Pemkot Serang justru mendatangi Jakarta yang diketahui merupakan salah satu daerah episentrum penyebaran Covid-19.
“Kita semua tau lah kalau Indonesia ini masih berjuang melawan Covid-19. Ini kan yang sedari kemarin terus menerus disampaikan oleh pemerintah, khususnya Pemkot Serang. Tapi kok aneh, Pemkot Serang dan DPRD malah melangsungkan kegiatan di Jakarta. Padahal Jakarta itu salah satu daerah yang tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jum’at (17/07/20).
Ia pun mempertanyakan urgensi Pemkot Serang untuk melakukan kegiatan di Jakarta. Padahal menurutnya, apabila Pemkot Serang melakukan kegiatan di Kota Serang saja, akan ada penghematan anggaran yang cukup signifikan.
“Yah kurang logis aja kalau para pemimpin Kota Serang ini malah melakukan kegiatan di luar daerah. Nanti ada aja kan anggaran-anggaran seperti uang saku, uang jalan dan lain sebagainya. Bayangkan kalau hanya di Kota Serang, seharusnya anggaran Kota Serang tidak akan terlalu boros,” ucapnya.
Dengan adanya penghematan tersebut, Pemkot Serang bisa membuat kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Kota Serang. Apalagi saat ini perekonomian masyarakat sedang jatuh akibat pandemi Covid-19.
“Makanya, kami menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Pemda Kota Serang merupakan tindakan yang menyinggung perasaan masyarakat Kota Serang. Disini masyarakat sedang kesulitan, ekonomi sedang anjlok, eh pemerintah malah ngadain kegiatan di Jakarta yang sudah pasti menggunakan anggaran yang cukup besar,” tuturnya.
Ia pun mempertanyakan alasan Pemkot Serang melangsungkan kegiatan di luar daerah. Padahal menurutnya, apabila kegiatan dilakukan di Kota Serang lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Kalau dilangsungkan di Kota Serang, bisnis hotel kembali mendapatkan pemasukan, jasa makanan pun akan kembali mendapatkan pelanggan. Otomatis pemasukan Kota Serang pun akan bertambah,” terangnya.
Selain itu, kata dia, apabila Pemkot Serang tetap nekat melangsungkan kegiatan di Jakarta, maka sesuai dengan protokol kesehatan, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut wajib melakukan isolasi selama 14 hari setelah kembali ke Kota Serang. “Kecuali kalau memang para pemimpin Kota Serang yang terhormat memang berniat mencelakakan masyarakat Kota Serang dengan membawa virus dari luar daerah,” sindirnya. (Arr)









