Mahasiswa Soroti Penetapan Kasemen Sebagai Kawasan Industri

Serang,- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Serang menyoroti perihal revisi RTRW yang menetapkan Kecamatan Kasemen sebagai kawasan industri.
Hal tersebut disampaikan saat menggelar Pendidikan Dasar Organisasi (PDO) di Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Minggu (08/11/20)
Ketua LMND Kota Serang, Recky Pamungkas menilai, dijadikannya Kasemen menjadi kawasan industri hanya akan menguntungkan pemilik modal yang besar saja.
“Terlebih saat ini Kasemen akan berubah tata ruang menjadi kawasan industri, yang tentu saja hanya mementingkan pemodal besar,” jelasnya.
Recky mengatakan, Kecamatan Kasemen merupakan daerah yang mempunyai persawahan yang cukup luas. Dari potensi yang ada, pemerintah harusnya menjadikan wilayah tersebut menjadi pusat pangan di Kota Serang.
“Dengan sejarah yang cukup luar biasa, Kota Serang, khususnya Kasemen memiliki jejak sejarah sebagai pusat perdagangan dan jasa antar negara,” tuturnya.
Recky menegaskan, Pemerintah Kota Serang maupun DPRD Kota Serang harus mementingkan kepentingan masyarakatnya.
“Kawasan industri hanya akan menggerus habis sosial dan budaya masyarakat yang ada di Kasemen. Terlebih, industri hanya mementingkan kepentingan modal besar,” tegasnya.
Selain itu, Recky menuturkan peserta yang hadir dalam pendidikan tersebut diikuti oleh beberapa kampus di Banten antara lain, Uniba, Uin Banten, Untirta, Unsera, STIH PAINAN, Falatehan, Universitas Terbuka dan UNMA.
Demi menambah spirit peserta dalam berjuang dengan LMND, Eksekutif Kota Serang juga mengundang Eksekutif Nasional untuk mentransformasikan materi-materi dasar yang ada di organisasi berlogo bintang kuning dengan tangan mengepal dan buku yang dikelilingi jeriji besi tersebut.
“Kita undang juga pengurus Eksekutif Nasional untuk mengisi materi-materi dasar yang ada di LMND ini. Ada ketua umum, Bung Asrul, Bung Adhina selaku sekjen dan Bung Syamsudin,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan ini merupakan pendidikan ideologis yang tidak sebatas menjadi seremoni organisasi belaka. Dalam keadaan negara sedang mengalami krisis ekonomi dan politik akibat pandemi dan kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat, LMND merasa memiliki tanggung jawab moral, intelektual dan sosial dalam memperluas struktur organisasi yang kokoh untuk dipersiapkan melawan kekuasaan yang menindas rakyat.
“Intinya ini bukan agenda seremonial belaka. Ditengah krisis ekonomi dan politik seperti sekarang akibat pandemi dan kebijakan pemerintah yang menindas rakyat. Kita secara keorganisasian memiliki tanggung jawab moral, intelektual dan sosial untuk melibatkan kelompok student bergabung dengan lmnd dalam melawan neoliberalisme dan kaki tangannya yang menindas,” tukasnya. (Arr)









