amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Serang, Banten. Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan perayaan HUT Kota Serang yang ke-14.
Dalam aksinya, mahasiswa menilai Pemkot Serang telah melakukan pemborosan anggaran hingga Rp10 miliar di tengah pandemi Covid-19.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat lima orang mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Serang dengan menggunakan baju hazmat. Aksi dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan rapat paripurna istimewa.
Aksi sempat memanas ketika masa aksi mencoba untuk menutup pintu gerbang. Aksi mereka pun dihalangi oleh petugas kemanan yang berjaga. Adu mulut terjadi antara mahasiswa dan petugas.
Dalam orasinya mahasiswa mengkritisi sejumlah kebijakan yang diambil oleh Pemkot Serang yang dinilai mubazir dan kontra produktif dengan penanganan pandemi covid-19.
“Pemkot melakukan pemborosan pos anggaran yang mubazir. Mulai dari pemberian makan ikan, sewa ikan, akuarium yang nilainya ratusan juta sampai perjalanan dinas berbagai OPD kurang lebih Rp10 miliar yang harusnya untuk pemulihan masyarakat saat pandemi,” kata salah satu mahasiswa, Irkham Maghfuri Jamas dalam orasinya, Selasa (10/8/2021)
Mahasiswa menilai jika Sekertaris Daerah Kota Serang Nanag Saefudin yang juga menjabat sebagai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah gagal dalam menyusun anggaran di Kota Serang.
“Copot Sekretaris Daerah yang terbukti tidak becus dalam menyusun anggaran lalu evaluasi kinerja TAPD Kota Serang dan yang ke tiga evaluasi kinerja anggota Banggar yang lalai dalam melakukan pengawasan,” imbuhnya.
Lebih lanjut mahasiswa juga meminta agar pemerintah Kota Serang fokus dalam menangani pandemi COVID-19 dan melupakan RPJMD mereka. “Pemkot Serang juga harus serius dalam pemberdayaan disabilitas,” tandanya. (arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…