amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Fenomena manusia silver yang beraksi di lampu merah di Kota Serang semakin menjadi-jadi. Bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, akan tetapi kini sudah diperankan juga oleh anak-anak.
Ketua Forum Anak Banten (FAB) Muhammad Faris Faisal mengaku sangat prihatin dengan banyaknya anak-anak yang bekerja bukan hanya sebagai manusia silver saja, namun juga bekerja sebagai pengamen bahkan pengemis.
“Anak-anak yang menjadi manusia silver ini bisa jadi penyebabnya karena putus sekolah atau kondisi ekonomi keluarganya sangat menurun di masa pandemi covid-19 seperti ini,” ujarnya, Senin (1/3/2021).
Faisal mengatakan, di usia itu anak-anak seharusnya dapat meluangkan waktu untuk bermain dan belajar. Namun karena berbagai faktor, akhirnya mereka terpaksa untuk bekerja.
“Tetapi sayang sekali, padahal usia anak itu seharusnya bersekolah, bermain bersama teman-teman, berkumpul bersama keluarga dan kegiatan lainnya. Bukan bekerja,” jelasnya.
Menurut Faisal, Dinas Sosial (Dinsos) yang berada di setiap daerah, harus lebih tegas dalam melakukan penanganan masalah manusia silver. Terutama bagi anak-anak yang seharusnya mendapat hak pendidikan, hak perlindungan dan hak bermain.
“Peran fungsi forum anak terkait manusia silver ini belum bisa bertindak secara langsung. Jadi kami mungkin hanya bisa mengadakan pertemuan dan mengobrol bersama Dinsos, untuk membahas fenomena manusia silver ini,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…