amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang – Warga Kota Serang yang viral karena dua hari hanya minum air galon untuk bertahan hidup telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (20/04/2020) sore.
Diketahui, Yuli Nur Amelia meninggalkan suami dan empat anaknya merupakan warga dari Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang tersebut selama dua hari hanya mengkonsumsi air galon dan singkong untuk bertahan hidup karena tidak mampu membeli kebutuhan pokoknya.
Sementara itu, Lurah Lontarbaru Dede Sudrajat mengatakan, menurut informasi warga Yuli meninggal karena tidak makan selama dua hari. “Kami turut berduka cita, semoga diberikan ketabahan bagi keluarganya,” tuturnya.
Dia mengaku, pihaknya sudah memberikan bantuan kepada keluarga Yuli setelah mendengar kabar terdapat warganya yang kesulitan. “Dari mana-mana bantuan sudah datang untuk keluarga,” katanya.
Sudrajat memastikan, hasil dari pemeriksaan tim kesehatan dari puskesmas setempat Yuli dipastikan negatif covid-19. “Korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas, Kami belum dipastikan penyebabnya,” ujarnya.
Dia juga membantah, jika kematian Yuli karena kelaparan dan tidak makan selama dua hari. Karena pihaknya selalu memantau kondisi warganya secara detil. “Saya kurang percaya jika penyebabnya karena tidak makan dua hari, jika ada laporan ada warga tidak makan dua hari saya siap keluarkan beras,” tegasnya.
Sebelumnya, dikabarkan terdapat warga Kota Serang yang hanya mengkonsumsi air galon dan singkong selama dua hari yang tidak memiliki penghasilan karena dampak covid-19. (Imat)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…