amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Jelang tahun ajaran baru 2021-2022, para pedagang seragam di blok M Pasar Induk Rau mengeluhkan penjualan yang masih sangat lemah. Padahal, di masa sebelum terjadinya pandemi COVID-19, para pedagang bisa menjual 50 sampai 100 pakaian perharinya.
Salah satu pedang, Aan Supriatin mengaku jika penjualan seragam sekolah jelang tahun ajaran baru masih sangat minim. “Pengunjungnya juga belum banyak baru satu potong lah ada yang beli perharinya, itupun ya kebanyakan untuk sekolah pondok ya. Untuk umum itu belum ada gebrakan gimana, beli banyak gitu seperti tahun-tahun sebelum korona,” katanya, Senin (7/6/2021).
Padahal, lanjut Aan, biasanya pada saat belum pandemi covid-19 penjualan baju seragam sudah mulai ramai sejak libur lebaran tiba.
“Kalau tahun sebelum korona biasanya sehabis lebaran itu banyak yang beli, bahkan bisa dikatakan panennya seragam ya, kalau sekarang susah banget. Sudah bisa makan aja sudah cukup lah,” jelasnya.
Bahkan, pihaknya bisa sampai kewalahan untuk mencukupi stok pakaian yang dijualnya. “Malah bisa sampai abis-abisan kalau jual. Baik tukang seragam, tas, buku, semuanya laku,” imbuhnya
Aan menduga, lemahnya penjualan lantaran masih belum jelasnya pelaksanaan sekolah tatap muka di Kota Serang. “Penyebabnya belum ada kejelasan dari mendikbud nya untuk pelaksanaan sekolah tatap muka, bahkan yang saya tau, kebanyakan anak pondok yang lebih dahulu masuk sekolah, jadi kalau untuk umum saya lihat belum, baru satu dua aja di daerah tertentu. Untuk kota serang belum banget masih sebagian,”
jelasnya.
Lebih lanjut Aan berharap agar pandemi covid-19 bisa segera usai agar sekolah tatap muka bisa segera dibuka dan perekonomian kembali normal. “Harapan kedepannya mudah-mudahan bisa lebih lancar lagi, Anak-anak bisa sekolah lagi, covid-19 bisa segera hilang, agar ekonomi bisa lancar kembali. Saya pedagang merasa susah sekali selama pandemi COVID-19 ini,” Tandasnya. (Arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…