Minggu ini Rumah Isolasi Covid-19 di Margaluyu Mulai Difungsikan

Serang,- Rumah susun sewa (Rusunawa) Margaluyu di Kecamatan Kasemen, Kota Serang akan segera difungsikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Pemkot merencakan akan mulai memfungsikannya di Minggu ini.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, M. Ikbal saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (10/11/20)
Ikbal mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perkim Kota Serang terkait perlengkapan apa saja yang harus disiapkan agar rumah singgah siap dihuni oleh pasien OTG.
“Secara prinsip rumah singgah telah diputuskan akan menggunakan rusunawa, sementara rusunawa itu ada beberapa sarannya yang belum lengkap, salah satunya air, lalu listrik juga jaringannya tinggal sedikit lagi, terkait juga perlengkapan istirahat orang yang akan singgah, seperti selimut dan beberapa yang lain yang belum lengkap,” jelasnya.
Ikbal mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan beberapa Fasilitas penunjang yang dibutuhkan di rumah singgah COVID-19. “Yang kita sediakan itu tentu tenaga kesehatan, makan selama disana, obat-obatan yang diperlukan itu antara lain,” imbuhnya.
Menurut Ikbal, rumah singgah COVID-19 rencananya akan siap dihuni pada pekan ini, tepatnya pada hari jum’at, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN).
“Rencananya kamis sudah kita siapkan tenaga medisnya karena Jumat rencananya pak wali akan memberikan pernyataan terbuka pada saat Hari Kesehatan Nasional (HKN),” jelasnya.
Ikbal mengatakan, jika nantinya pasien yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Singgah tidak akan dipungut biaya sepeserpun. “Tidak kita kenakan biaya, jadid free semua. Ini kewajiban pemerintah baik pusat, provisi ataupun kota. Begitu dinyatakan positif hasil lab nya, akan kita langsung arahkan ke rumah singgah,” jelasnya
Lebih lanjut Ikbal berharap dengan difungsikannya rumah singgah, penyebaran COVID-19 di tingkat keluarga dapat ditekan. “Semoga klaster keluarga bisa menurun, karena kan selama ini kita mengizinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, tetapi tidak disiplin, sehingga menularkan ke keluarganya,” pungkasnya. (Arr)









