amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Pasar Kranggot Masih Kumuh, Dewan Kecewa

CILEGON – Anggota DPRD Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kranggot. Wakil rakyat itu merasa kecewa melihat pasar tradisional milik Pemkot Cilegon itu masih kumuh.

Dalam inspeksinya, Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatullah menemukan berbagai ketidakberesan di Pasar pusat Kota Cilegon itu seperti banyak parkir liar, pedagang yang masih berjualan bukan pada tempatnya dan bahkan Kantor UPT Pasar Kranggot dijadikan area lahan parkir. Padahal terdapat area parkir resmi.

“Saya melihat banyak parkir motor liar, sudah jelas dipasang spanduk dilarang parkir, tapi ada yang parkir, apakah itu resmi atau tidak resmi, ya silakan Disperindag bersama UPT Pasar Karanggot dikontrol. Karena saya khawatir Kapolri itu sedang giat-giatnya pemberangusan soal pungli (pungutan liar),” katanya, Kamis (17/6/2021).

“Kalau ini kan jelas kelihatan, sedangkan yang kecil-kecil saja ditangkap, apalagi ini di pasar, kalau resmi sih tidak masalah, retribusinya tinggal setor ke UPT Pasar supaya menambahi pendapatan pasar itu sendiri,” sambung Rahmatulloh.

Rahmatulloh juga mengaku kecewa ketika melihat Pasar Kranggot tetap kumuh. Dimana banyak pedagang tetap berjualan di pinggir jalan pintu masuk Pasar Kranggot. Padahal sebelumnya sudah ditertibkan.

“Saya tidak melihat orang-orang menjaga kebersihan. UPT Pasar juga harus mengontrol kebersihan kawasan pasarnya. Katanya kan ada sekuriti yang kemarin sempat viral, dimana direkrut ada 40 orang tenaga keamanan, saya tidak melihat hari ini bertugas, kan katanya bertugas per hari itu tiga shif dan ada sekitar 16 orang, lalu fungsi mereka apa saja, saya tidak melihat ketertiban yang ada di Pasar Kranggot,” katanya.

“Ketika Pak Walikota sidak kan mengintruksikan supaya pintu masuk pasar menjadi bersih, tidak ada lagi pedagang emprakan dan parkir liar di bahu jalan sungai, ternyata masih ada juga. Padahal sudah disiapkan lahan parkir resmi, kenapa tidak masuk kesitu, ketertibannya dimana, saya tidak lihat. Ini perlu dikontrol oleh Disperindag dan UPT,” tandas Rahmatulloh.

Ia juga menyoroti prihal retribusi di Pasar Kranggot yang dinilai masih stagnan. Dimana per tahun hanya tembus sekitar Rp287 juta saja.

“Kami juga melihat soal bagaimana kontribusi pasar terhadap pendapatan daerah, karena masing-masing pasar itu memiliki UPT pasar, kalau tidak salah juga dalam rencana pembangunan 5 tahun kedepan kepala daerah kita, pak Walikota ingin membangun pasar modern juga,” ujarnya.

Tapi, kata dia, sebelum itu dilakukan pihaknya ingin melihat dulu kontribusi yang diberikan oleh UPTD Pasar yang ada di Cilegon. “Sejauh mana dengan rencana-rencana pembangunan yang akan dilakukan, ini kan potensinya besar,” jelasnya.

“Pertama dari retribusi Pasar Kranggot, satu tahun itu sekitar Rp287 juta. Apakah potensi itu sudah dihitung secara benar atau masih plu plos, artinya kalau ada potensi penambahan perlu dikaji lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Karanggot, Aceng Syarifudin menyatakan pihaknya akan mengoptimalkan saran Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon.

“Termasuk pendapatan retribusi daerah di Pasar Kranggot ini kita akan optimalkan. Sementara untuk parkir kami menyerahkan ke Dishub Cilegon, karena kewenangannya ada dishub,” ucapnya.(red)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

2 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

3 bulan ago